Berita Jateng

Pendapatan Jateng 2022 Diprediksi Tidak Mencapai Target 

Berdasarkan data target dan realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2022 yang dikelola langsung oleh Bapenda Jateng menunjukan, hingga September 20

Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
IST
Wahyu Widodo, Dosen FEB dan SDGs Center Undip 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah pada 2022 diprediksi tidak mencapai target. 

Berdasarkan data target dan realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2022 yang dikelola langsung oleh Bapenda Jateng menunjukan, hingga September 2022, realisasi penerimaan masih 65,97 persen atau sekitar Rp 9 triliun dari target Rp14 triliun. 

Ekonom Universitas Dipenogoro (Undip), Wahyu Widodo menilai, dengan realisasi baru 65 persen, cukup berat untuk bisa mencapai target, dengan situasi perekonomian yang terjadi saat ini.

Menurutnya, hal Ini tidak terlepas dari situasi perekonomian yang penuh ketidakpastian saat ini. Meskipun di awal tahun 2022 perekonomian sudah mulai recovery, tetapi tekanan global terutama kenaikan harga pangan yang memicu inflasi dunia dan kemudian menyebabkan kenaikan suku bunga telah menyebabkan perekonomian kembali menghadapi potensi kontraksi.

"Kondisi ini kemudian menjadi lebih berat dengan kenaikan harga BBM domestik. Selain mendorong inflasi juga otomatis menurunkan daya beli masyarakat. Ujungnya memperlambat aktivitas perekonomian, dan menurunnya pendapatan daerah," imbuhnya. 

Wahyu Widodo menambahkan, upaya yang bisa dilakukan pemda adalah meningkatkan efektifitas secara administratif di sisa waktu tahun 2022, dan mengefektifkan program bantuan untuk mitigasi dampak kenaikan BBM, yang diharapkan bisa menjadi kinerja makroekonomi.

Plt Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu sebelumnya mengimbau kepada masyarakat agar segera membayar pajak kendaraan bermotornya. Terutama bagi pemilik yang sudah dua tahun lebih tidak membayar pajak kendaraan bermotor miliknya. Sebab tahun depan akan mulai diterapkan Pasal 74 UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). (*)

Baca juga: Usai Geger Kades Diduga Selingkuh, Sebanyak 43 RT dan 6 RW se-Desa Cilongok Banyumas Mundur

Baca juga: Para Santri Dapat Hiburan dari Ponpes Bina Insani Kabupaten Semarang Paska Kebakaran

Baca juga: Suami di Pemalang Bunuh Istri Hingga Bersimbah Darah, Setelah Itu Berendam di Bak Mandi

Baca juga: Sosok Anne Ratna Mustika Bupati Purwakarta Gugat Cerai Anggota DPR Dedi Mulyadi

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved