Berita Kudus

Pengiriman Terhambat, Distribusi Elpiji 3Kg Kudus Berkurang 334 Ribu Tabung

Elpiji 3kg di Kudus langka karena distribusinya berkurang 334 ribu tabung dari alokasi kebutuhan 1,1 juta tabung.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Saiful Ma'sum
Forkopimda Kudus bersama aktivis mahasiswa dan ormas mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Aliansi September Bergerak Terkait Kenaikan Harga BBM, Rabu (21/9/2022) di kantor DPRD Kudus. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memastikan, tidak ada kelangkaan stok gas elpiji 3 kilogram di pangkalan maupun toko.

Sulitnya masyarakat mendapatkan gas melon tidak dikarenakan keterlambatan pengiriman stok, melainkan kuota yang diterima Pemerintah Kabupaten Kudus belum mencukupi dari kebutuhan.

Selain itu, terjadi peningkatan konsumsi gas elpiji subsidi di lingkungan masyarakat, karena sebagian pengguna gas elpiji 12 kilogram, kini beralih ke 3 kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti mengatakan, alokasi kebutuhan gas elpiji subsidi di Kabupaten Kudus seharusnya mencapai 1,1 juta tabung per bulan.

Jumlah tersebut dihitung berdasarkan tingkat kebutuhan keluarga, belum termasuk pedagang kaki lima dan UMKM. 

Dari alokasi perhitungan kebutuhan, Sudiharti menyebut, Kabupaten Kudus hanya menerima 766 ribu tabung per bulannya.

Artinya masih kurang sepertiga atau 334 tabung dari alokasi yang dibutuhkan, sehingga tidak bisa mencakup kebutuhan seluruh masyarakat yang membutuhkan. 

"Selain itu karena ada kepanikan masyarakat, mereka yang tadinya punya satu tabung, menambah stok di rumah. Beberapa pengguna tabung mengkonversi tabung elpiji 12 kilogram menjadi 3 kilogram, terjadilah peningkatan konsumsi," terangnya usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Aliansi September Bergerak Terkait Kenaikan Harga BBM, Rabu (21/9/2022) di kantor DPRD Kudus.

Baca juga: Elpiji 3 Kg Langka di Kudus, Pertamina Jelaskan Alasannya

Sudiharti menambahkan, pada tahun ini sudah ada penambahan kuota gas elpiji melon hingga 10 persen. Namun demikian, alokasi yang diterima masih belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mengalami panic buying di tengah isu kelangkaan gas elpiji subsidi. Supaya, konsumsi di tingkat masyarakat kembali stabil, dan tidak terjadi kenaikan harga.

Murni (41), warga Mejobo, Kabupaten Kudus?, rela mengantre bersama anaknya untuk mendapat elpiji subsidi saat kegiatan Bazar Pangan Murah di halaman GOR Bung Karno, Wergu Wetan, Kamis (8/9/2022).
Murni (41), warga Mejobo, Kabupaten Kudus?, rela mengantre bersama anaknya untuk mendapat elpiji subsidi saat kegiatan Bazar Pangan Murah di halaman GOR Bung Karno, Wergu Wetan, Kamis (8/9/2022). (TribunJateng.com/Raka F Pujangga)

"Pengusulan alokasi sudah kami lakukan, yang membuat langka adalah kepanikan masyarakat. Tidak ada pengurangan alokasi gas melon, penambahan ada. Masyarakat jangan panik, konsumsi sewajarnya sesuai kebutuhan," ujarnya.

Ketua DPRD Kudus, Mas'an berharap, masyarakat kategori ekonomi mampu semakin sadar agar tidak menggunakan gas elpiji subsidi. Dengan maksud, program subsidi gas elpiji 3 kilogram dari pemerintah bisa tepat sasaran bagi masyarakat miskin. 

"Yang tidak merasa miskin, jangan ambil elpiji subsidi, biar semua subsidi tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu. Harus sadar diri, jangan memiskinkan diri," imbaunya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved