Berita Video

Video Memupuk Semangat Petani Lokal Kebun Buah Agro Cepoko untuk Hasilkan Buah-Buahan Siap Jual

"Biar di sini tetap ada buahnya Pak/Mbah, setelah panen tetap harus dipupuk. Biar Njenengan ya tidak rugi merawat, ada hasilnya,"

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video memupuk semangat petani lokal kebun buah Agro Cepoko untuk hasilkan buah-buahan siap jual.

"Biar di sini tetap ada buahnya Pak/Mbah, setelah panen tetap harus dipupuk. Biar Njenengan ya tidak rugi merawat, ada hasilnya," Begitu kata Sri Haryani mengulang ucapannya mengimbau para petani di Kebun Buah Agro Cepoko untuk konsisten merawat tanaman.Memupuk Semangat Petani Lokal Kebun Buah Agro Cepoko untuk Hasilkan Buah-Buahan Siap Jual

Sri Haryani memang tak bosannya memberikan arahan dan semangat kepada para petani di wisata agro itu. Menyadari tanggung jawabnya sebagai koordinator kebun, ia senantiasa mendampingi petani dalam pengelolaan kebun setiap hari.

"Yang penting (para petani) kami dampingi, misal ingin meminta pupuk atau lainnya, disediakan kantor," terang Yani, sapaan akrabnya kepada tribunjateng.com di Kebun Buah Agro Cepoko jalan Cepoko Raya, Gunungpati, Semarang, Senin (12/9/2022).

Yani setiap harinya berada di kantor yang berada di kebun itu. Hanya saat libur saja Yani mengaku tak berada di lokasi. Ia di sana menyiapkan apa-apa yang diperlukan para petani.

Meski ia juga mengakui, para petani sebenarnya juga sudah mengerti akan pengelolaan lahan di sana. Selanjutnya, dia melakukan pengawasan lebih lanjut.

"Kebun ini sudah dirintis bertahun-tahun, jadi para petani sudah tahu. Misal ketika pupuk dari Dinas Pertanian datangnya terlambat, mereka bisa beli sendiri. Mereka ada kartu tani, tinggal beli pupuknya," kata Yani melanjutkan.

Yani mengatakan, Kebun Buah Wisata Agro Cepoko telah mulai digarap sejak tahun 2012 lalu. Lahan kebun tersebut merupakan lahan milik Pemerintah Kota Semarang yang kemudian dikelola Dinas Pertanian Kota Semarang.

Adapun pengelolaan lahan sebagai kebun itu dikerjasamakan bersama para petani lokal dengan sistem bagi hasil, yakni 70 persen laba bersih hasil panen kebun menjadi milik petani dan 30 persen menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang.

Ada sebanyak 14 petani yang mengelola lahan dengan luas 2,7 hektar tersebut. Tiap petani mendapat bagian luas lahan berbeda-beda. Mereka mengelola lahan itu mulai dari menanam, merawat, sampai menjual hasil kebun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved