Berita Ungaran

14 Ribu Kendaraan di Kabupaten Semarang Tercapture Tilang ETLE, Dominasi Pelanggar Pemotor

Belasan ribu kendaraan, baik motor maupun mobil, diketahui melanggar tata tertib lalu lintas melalui kamera Eletronic Traffic Law Enforcement (ETLE)

Dokumentasi Polres Sukoharjo
Foto Ilustrasi: Seorang pengendara mobil kedapatan tidak memakai sabuk pengaman terekam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Belasan ribu kendaraan, baik motor maupun mobil, diketahui melanggar tata tertib lalu lintas melalui kamera Eletronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Berdasarkan data dari Satlantas Polres Semarang, sebanyak 14.005 kendaraan yang sudah ter-capture melakukan pelanggaran ketertiban lalu lintas, baik dari kamera yang terpasang maupun kamera mobile (yang di-capture anggota Kepolisian).

Jumlah tersebut merupakan data yang dihimpun pada 2022 dari Januari hingga Agustus.

“Dari jumlah itu, yang sudah kami kirim surat tilang sebanyak 13.423 pemilik kendaraan bermotor.

Sedangkan yang sudah konfirmasi sebanyak 1.243,” kata Kanit Gakkum Sat lantas Polres Semarang, Iptu Sutarto mewakili Kasatlantas Polres Semarang, AKP Dwi Himawan C kepada Tribunjateng.com, Kamis (22/9/2022).

Meskipun Iptu Sutarto belum menyebutkan secara rinci jenis kendaraan apa saja yang melanggar lalu lintas, namun sebagian besar pelanggar merupakan pemotor.

Sebagian besar dari pemotor tersebut tertangkap kamera tidak mengenakan helm.

“Mayoritas kendaraan roda dua. Tidak pakai helm.

Untuk nilai total jumlah denda, saat ini kami masih akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan dahulu,” imbuhnya.

Selain melakukan penindakan, lanjut Iptu Sutarto, pihaknya juga tengah mengajukan blokir terhadap Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang tidak melunasi denda tilang elektronik tersebut.

“Jadi pengajuan blokir kami sebanyak 778,” katanya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat pengguna kendaraan bermotor untuk selalu tertib belalu lintas.

Karena menurutnya, penyebab kecelakaan satu di antaranya yakni pengguna jalan yang tidak mematuhi tata tertib lalu lintas dan pelanggaran lain.

“Gunakan helm SNI, dan patuhi rambu- rambu lalu lintas karena kecelakaan berawal dari adanya pelanggaran.
Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Doa Agar Tehindar dari Gibah Orang Lain

Baca juga: MUI Bekali Juru Dakwah LDII di Ponpes Al Ubaidah Nganjuk Sebelum Terjun di Tengah Masyarakat

Baca juga: Diduga Mangkir Minum Obat, 18 Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Batang Meninggal

Baca juga: Reaksi Berbeda Erina Gudono dan Kaesang Mural Foto Prewednya Bocor, Calon Mantu Jokowi: Maaf Ya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved