Berita Batang

Diduga Mangkir Minum Obat, 18 Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Batang Meninggal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang mencatat terdapat 18 pengidap  HIV AIDS (ODHA) di Kabupaten Batang meninggal dunia. 

Penulis: dina indriani | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batang, Yuli Suryandaru 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Hingga Agustus 2022, Dinkes Batang mencatat terdapat 18 pengidap  HIV AIDS (ODHA) di Kabupaten Batang meninggal dunia. 

Sementara temuan data ODHA per Agustus lalu ada 70 kasus, terdiri dari 45 kasus HIV dan 25 kasus AIDS. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batang, Yuli Suryandaru mengatakan kasus meninggal disebabkan beberapa faktor salah satunya seperti mangkir minum obat.

"Mangkirnya pengobatan ini dapat menjadikan kondisi fisik akan berangsur-angsur menurun," ujarnya.

"Selain itu penderita juga mudah terkena penyakit lainnya dan susah sembuh karena daya tahan tubuh yang menurun atau melemah," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: 137 Warga Binaan Rutan Kudus Jalani Pemeriksaan HIV dan TB, Ini Hasilnya

Lebih lanjut, diakuinya terdapat beberapa ODHA memang mangkir dalam menjalani pengobatan lantaran beberapa alasan. 

Seperti jauhnya akses ODHA ke sarana faskes yang menyediakan obat, berpindahnya ODHA tersebut ke lain daerah, dan terakhir lantaran memang ODHA tersebut tidak ada niatan untuk berobat. 

"Padahal jika berobat secara rutin bisa meningkatkan kualitas hidup ODHA itu sendiri, dan juga bisa mengurangi penularan penyakit melalui cairan tubuh jika rutin mengkonsumsi obat, karena obat bisa didapatkan secara gratis di pusat kesehatan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) yang bisa memberikan obat untuk HIV AIDS," jelas Yuli. 

Yuli membenarkan memang di tahun sebelumnya hanya ada beberapa PDP yang bisa melayani pengobatan HIV AIDS.

Namun kini di seluruh RS dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Batang bisa melayani pengobatan HIV AIDS. 

Pihaknya juga dibantu beberapa LSM dan komunitas saat ini berusaha memaksimalkan screening HIV AIDS.

Baca juga: Pengakuan Bocah 12 Tahun Terpapar HIV/AIDS: Dilecehkan Orang Dekat hingga Dijual ke Pria Tua

Screening HIV AIDS sendiri biasanya dilakukan di sasaran kunci dan utama, seperti kepada Wanita Pekerja Seks (WPS), Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), penderita Infeksi Menular Seksual, Penderita Hamil, TBC dan Warga Binaan Pemasyarakatan. 

"Harapannya ke depan masyarakat yang sudah terinfeksi untuk bisa rutin berobat, sehingga angka kematian pada ODHA bisa berkurang dan bisa mengurangi penularan virus," pungkasnya.(din)
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved