Berita Semarang

Hampir Semua OPD Kena Refocusing, DPRD Kota Semarang Minta Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang terkena refocusing anggaran.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Winarto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang terkena refocusing (memfokuskan kembali) anggaran.

Hal itu disebabkan karena pendapatan daerah belum begitu optimal pasca pandemi Covid-19. 

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Winarto mengatakan, refocusing anggaran dilakukan pada APBD Perubahan 2022.

Pihaknya memaklumi adanya refocusing ini mengingat pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang belum 100 persen berjalan normal setelah pandemi Covid-19. 

"Hampir semua OPD kena refocusing. Di  Dukcapil sekitar Rp 4-6 miliar. Saya kira yang paling banyak mungkin di infrastruktur, tapi ini kan baru pembahasan perubahan. Namun, saya yakin tetap ada refocusing, pekerjaan pasti ada yang tertunda," terang Liluk, sapaanya, Kamis (22/9/2022). 

Meski terdapat refocusing anggaran, Liluk berharap, pelayanan terhadap masyarakat harus tetap bisa berjalan dengan baik. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan mengontrol kinerja Pemerintah Kota Semarang dalam melayani masyarakat. 

"Contohnya di Dukcapil, ini kan pelayanan masyarakat. Kami sempat tanyakan dengan refocusing ini apakah pelayanan masyarakat terganggu. Kami tidak mau hal itu terjadi. Dari kepala dinasnya memastikan tidak akan terganggu. Kami apresiasi itu," paparnya. 

Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrat itu menyoroti kinerja Pemerintah Kota Semarang dalam memaksimalkan PAD.

Pihaknya mendorong agar pemkot terus membuat inovasi-inovasi untuk mendongkrak sektor pendapatan supaya kegiatan dapat tetap berjalan. 

Dia menilai, inovasi yang dilakukan pemkot dalam mencari pendapatan sudah cukup baik mulai dari adanya potongan pajak dan kebijakan lainnya. Namun, upaya untuk menggenjot pendapatan masih perlu dimaksimalkan. 

"Capaian pendapatan kemarin saat dibahas di banggar sekitar 58 atau 65 persen. Maka, dari kami akan mengawasi dan memberi saran serta solusi supaya pendapatan bisa pulih," katanya. 

Menurutnya, seluruh sektor saat ini sudah bergerak karena protokol kesehatan sudah mulai longgar.

Kegiatan wisata sudah banyak digelar, UMKM sudah buka hingga malam hari, okupansi hotel sudah meningkat, sektor hiburan juga sudah kembali beroperasi. Dia optimistis, pendapatan bisa digenjot hingga akhir tahun nanti. 

"Mungkin Covid-19 kemarin para pelaku usaha belum bisa langsung berjalan, mereka dari nol lagi. Untung, kota punya sektor wisata yang sudah mulai jalan. Hotel juga mulai penuh. Cuma, tidak langsung signifikan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved