Berita Regional

Kata Kriminolog soal Kasus Anak di Bawah Umur Rudapaksa Remaja di Hutan Kota Jakarta Utara

Mudahnya akses pada gawai disebut menjadi salah satu faktor pemicu anak menjadi nekat melakukan rudapaksa.

Bram Kusuma
Ilustrasi rudapaksa 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus rudapaksa terjadi di kawasan Hutan Kota, Jakarta Utara.

Empat anak di bawah umur nekat merudapaksa P (13) secara bergiliran.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon berpendapat, para pelaku mungkin terpengaruh paparan media sosial (medsos).

Baca juga: Bocah 13 Tahun Jadi Korban Rudapaksa di Hutan Kota Jakut, Polisi: 4 Pelakunya Masih Anak-Anak

Mudahnya akses pada gawai disebut menjadi salah satu faktor pemicu anak menjadi nekat melakukan rudapaksa.

"Pakai medsos mereka bisa melihat dengan begitu leluasa (konten dewasa) di gadget segala macam.

Ini yang mungkin perlu ada perhatian, atau batasan aplikasi itu sendiri bahwa ini boleh dan tidak boleh (diakses)," kata Josias kepada Kompas.com, Rabu (21/9/2022).

Dihubungi secara terpisah, Kriminolog UI Adrianus Eliasta Meliala menuturkan bahwa lingkungan juga bisa menjadi faktor penyebab pemerkosaan anak.

Sebagai informasi, lokasi tempat tinggal keempat pelaku hanya berjarak sekitar beberapa ratus meter, dari tempat prostitusi.

Adrianus menilai lingkungan seperti itu memang dapat memengaruhi perilaku anak.

Pengaruh antara kedekatan rumah, dengan lokasi prostitusi pada akhirnya memicu anak berani melakukan tindakan asusila.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved