Berita Kriminal

Polisi Ungkap Alasan Pemuda di Purwakarta Habisi Nyawa Ibu Kandung: Karena Sering Dimarahi

Alasan pemuda di Purwakarta Jawa Barat berinisial TS (26) membunuh ibunya terungkap.

Editor: rival al manaf
Tribun Jabar
Rumah yang menjadi lokasi pembunuhan terhadap seorang ibu 

TRIBUNJATENG.COM, PURWAKARTA - Alasan pemuda di Purwakarta Jawa Barat berinisial TS (26) membunuh ibunya terungkap.

Motif pembunuhan itu dibeberkan Polres Purwakarta setelah menetapkan TS menjadi tersangka.

TS disebut tega menghabisi nyawa ibunya karena sering dimarahi.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Ngenol, Desa Gununghejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta pada Selasa (20/9/2022) sore.

Baca juga: Gadis 9 Tahun Mengeluh Sakit di Kemaluan Jadi Awal Terbongkarnya Aksi Bejat Kakek 63 Tahun

Baca juga: Kecekakaan Maut Truk Boks Gepeng Setelah Ngebut Nyalip dari Kiri, Satu Orang Tewas

Baca juga: Sergio Busquets Dilepas Barcelona, Kontrak Habis Akhir Musim Ini, Siapa Calon Penggantinya?

Korban diketahu bernama Masitoh (46).

Kapolres, AKBP Edwar Zulkarnain mengungkap motif anak membunuh ibu kandung di Purwakarta.

Ia mengatakan, TS tega menghabisi nyawa ibunya karena kerap dimarahi.

"Pelaku mengaku, dia marah atau jengkel terhadap ibunya karena sering dimarahin sehingga luapan emosi itu tidak terkendali," ujar Edwar kepada wartawan di Mapolsek Purwakarta, Rabu (21/9/2022).

Dari keterangan yang didapatkan pihak kepolisian, Edwar mengatakan TS sebelumnya pernah memiliki riwayat gangguan jiwa. 

Namun ia mengatakan bahwa hal tersebut hingga kini masih dalam tahap penyidikan.

"Pelaku memiliki riwayat pernah berobat, akan tetapi tahap tersebut akan dilakukan di tahap penyidikan. Saat ini, status pelaku sudah kita naikan jadi tersangka, sambil menunggu keterangan medis atau riwayat bahwa betul si pelaku pernah terindikasi ada gangguan jiwa," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap TS untuk mengetahui motif pasti pembunuhan yang dilakukan oleh TS.

"Sementara untuk tersangka kita kenakan pasal 338 dengan ancaman hukuman kurang lebih 15 tahun," katanya.

Kronologi Kejadian

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved