Berita Regional

70 Bangunan Liar di Bekasi Ditertibkan, Warga Protes Markas Ormas Dibiarkan: Jangan Tebang Pilih!

Gelombang protes warga terjadi lantaran dari 70 lapak pedagang yang digusur, empat markas organisasi masyarakat (ormas) justru berdiri kokoh.

net
Ilustrasi penggusuran 

TRIBUNJATENG.COM, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi menertibkan 70 bangunan liar yang digunakan warga untuk berdagang.

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar puluhan bangunan di sepanjang aliran Kali Jati, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, itu pada Kamis (22/9/2022) pagi.

Puluhan bangunan itu ditertibkan guna pemanfaatan bantaran kali untuk ruang terbuka.

Baca juga: Viral Jalan Desa di Bogor Diportal dan Bertarif, Penjaga Portal Kenakan Seragam Ormas

Namun, penertiban yang awalnya berjalan lancar, tiba-tiba menuai protes.

Warga sekaligus pedagang bersitegang dengan pihak penggusur, yang tak lain dan tak bukan adalah Pemerintah Kota Bekasi.

tebang pilih dalam penertiban bangli
Satu dari empat bangunan organisasi masyarakat (ormas) yang masih berdiri di Bantaran Kali Jati, Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Kamis (22/9/2022). Sejumlah warga pun mempertanyakan tentang sikap Pemkot Bekasi yang cenderung tebang pilih dalam penertiban bangli tersebut.

Bukan tanpa alasan, gelombang protes warga terjadi lantaran dari 70 lapak pedagang yang digusur, empat markas organisasi masyarakat (ormas) justru berdiri kokoh.

Tak hanya sekadar berdiri, empat markas ormas yang hingga kini masih berdiri di sana, bahkan tak tersentuh oleh aparat Satpol PP.

Perlu mediasi

Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah mengungkapkan semua bangunan di bantaran Kali Jati, memang akan digusur.

Namun untuk markas ormas, pihaknya perlu dilakukan mediasi terlebih dahulu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved