Berita Semarang

Ini Profil KSP Intidana, Pernah Sokong Dana Rp 200 Juta untuk PSIS Semarang

KSP Intidana merupakan koperasi primer di bidang usaha simpan pinjam sejak 2001.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
net
ilustrasi - KSP Intidana 

Sebelum resmi beroperasi, telah terbentuk kepengurusan baru yang dibentuk melalui Rapat Anggota Khusus (RAK) dan mendapatkan legalisasi dari Kementrian Koperasi dan UMK, dengan SK nomor 595/W.12/2015.

Ketua Pengurus KSP Intidana hasil RAK, Budiman Gandi saat itu mengatakan kepengurusan baru ini memiliki tanggungan untuk mengembalikan operasional KSP Intidana secara normal pada kantor pusat dan 39 kantor cabang yang ada dan mengawal pengembalian dana simpanan anggota.

Pada tahun 2016 pula, KSP Intidana melakukan efisiensi melalui merger, yang mana kantor cabang semula berjumlah 39, setelah proses merger ini menjadi berjumlah 36 kantor cabang.

Tak Berjalan Mulus

Upaya tak berjalan mulus, pada tahun 2016 pula permasalahan baru muncul. Ratusan anggota dan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana menggeruduk kantor Bank Mandiri di Jalan Pemuda Semarang untuk meminta kejelasan perihal dana Rp 26,8 miliar yang disimpan pada bank pelat merah itu. Uang tersebut diblokir sehingga tidak bisa dicairkan.

Bank Mandiri melalui corporate Secretary Eko Nopiansyah mengatakan, pihaknya melakukan pemblokiran rekening atas nama KSP Intidana karena terdapat indikasi konflik internal di institusi tersebut.

Dalam hal ini terdapat dua pihak yang menyatakan sebagai pengurus KSP Intidana. Sesuai dengan syarat umum pembukaan rekening, ia menyebut pihaknya berwenang untuk melakukan pemblokiran atau pembekuan sementara terhadap rekening nasabah yang dianggap telah terjadi perselisihan internal antara pihak yang ada pada pemegang rekening.

Sementara lebih lanjut, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menolak permohonan gugatan pembatalan kepengurusan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana yang diketuai Handoko. Gugatan tersebut diajukan kepengurusan baru yang diketuai Budiman Gandhi Suparman.

KSP Intidana di lain sisi akhirnya mendapatkan kembali nomor registrasi dari Kementrian Koperasi dan UKM RI tanggal 14 September 2016 dengan nomor registrasi 656/W.09/2016.

Adapun ketua sebelumnya, Handoko tahun 2017 dinyatakan bersalah oleh Ketua majelis hakim PN Semarang Ahmad Dimyati karena telah menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Perbuatan terdakwa dijerat Pasal 374 KUHP.

Tahun 2018, KSP Intidana berupaya bangkit akibat masalah internal itu. KSP Intidana mengaku kembali fokus menyiapkan pengembalian dana 3.842 anggota dalam skema bayar keempat dan lima dengan jumlah Rp 598,7 miliar.

Namun, kasus KSP Intidana pada tahun 2020 menemui babak baru.

Budiman dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Jateng oleh Haryanto Tanaka, seorang anggota KSP bersama kuasa hukumnya, Petrus Selestinus.

Budiman Gandi dilaporkan ke Polda Jateng karena diduga telah terjadi tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan cara memasukan keterangan palsu ke dalam Akta Otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 jo 378 jo. 266 KUHP.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved