Berita Semarang

Mulai 3 Oktober, Satpol PP Kota Semarang Tindak Pengendara Yang Beri Sumbangan ke PGOT

Satpol PP Kota Semarang akan menindak para pengendara yang memberikan sumbangan kepada PGOT mulai 3 Oktober 2022.

dok Dinsos Kota Semarang
Dinsos Kota Semarang memberikan sosialisasi terkait larangan memberikan sumbangan dalam bentuk apapun kepada PGOT 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang akan mulai menindak para pengendara yang memberikan sumbangan kepada pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di jalanan pada Oktober mendatang.

Penindakan perdana akan dilakukan pada 3 Oktober 2022. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, petugas bakal menangkap pemberi maupun penerima. 
Pemberi akan menjalani sidang di Kejaksaan Negeri Kota Semarang.

Baca juga: Bagaimana Pendataan yang Dilakukan Jika PGOT yang Tertangkap Warga Kota Semarang 

Sanksi yang diberikan berupa denda Rp 1 juta.

Sedangkan, penerima atau PGOT akan menjalani rehabilitasi sosial di sebuah panti. 

"Selama direhabilitasi, akan ada pelatihan kemampuan diri untuk pemenuhan kebutuhan hidup," terang Fajar, Jumat (23/9/2022). 

Menurutnya, Satpol PP menjadi leading sector utama dalam penegakan perda 
Perda Kota Semarang Nomor 5 tahun 2014 tentang penanganan PGOT dan Perda Kota Semarang no 5 tahun 2017 tentang ketertiban umum. 

Namun, pihaknya tetap menggandeng lintas instansi antara lain Pengadilan Negeri Semarang, Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Polrestabes Semarang, Dishub Kota Semarang, Kecamatan, Kelurahan dan Dinas Sosial Kota Semarang. 

"Kami gandeng kepolisian dan dishub karena mereka yang punya kewenangan hentikan pengendara," tambahnya. 

Baca juga: Wanita Tanpa Pakaian Diamankan Satpol PP Kudus di Sekitar Lapangan Rendeng

Saat ini, sambung Fajar, petugas sudah mulai disebar ke berbagai wilayah ibu kota Jawa Tengah untuk mengamati titik keramaian yang seringkali menjadi tempat bagi PGOT memanfaatkan kesempatan untuk meminta-minta di jalanan. Pihaknya juga mengamati titik dimana para pengendara seringkali memberi sumbangan kepada PGOT di jalanan. 

"Nanti saat 3 Oktober, anggota saya akan merekam secara diam-diam kepada pengendara yang memberi. Begitu selesai memberi, nanti kami amankan pemberi dan kami tunjukkan bukti. Jadi, tidak bisa mengelak," tandasnya. 

Fajar menegaskan, seluruh PGOT akan menjadi sasaran penindakan, termasuk pengamen angklung yang sering mangkal di tepi jalan. 

Dia berharap, masyarakat tidak memberi sumbangan di jalanan. Dia menyarankan masyarakat lebih baik menyalurkan sumbangannya melalui lembaga resmi. 

"Semua PGOT akan kita tindak termasuk pengamen angklung. Saya imbau kepada warga agar menyalurkan sedekah ke yang kurang mampu melalui lembaga resmi supaya tepat sasaran," paparnya. (eyf) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved