HUT Kabupaten Kudus

Tunjangan Guru Swasta dan Perbaikan Sekolah Jadi Prioritas

Pemkab Kudus kucurkan anggaran Rp 7,3 M untuk tunjangan kesejahteraan guru swasta.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Dok. Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo (batik merah) meninjau atap sekolah rusak. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus mengucurkan anggaran sekitar Rp 7,3 miliar untuk tunjangan kesejahteraan guru swasta (TKGS). Alokasi anggaran tersebut merupakan bentuk perhatian kepada guru swasta.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada, mengatakan, tunjangan tersebut saat ini sudah berlangsung alias sudah dicairkan. Nominal penerimaan bervariasi.

Masing-masing guru swasta, kata Harjuna, ada yang menerima Rp 350 ribu, Rp 400 ribu, Rp 600 ribu, dan Rp 1 juta.

"Hal itu tergantung masa kerja atau lamanya pengabdian," kata Harjuna.

Rincian jumlah penerima tunjangan yakni 767 guru swasta sekolah dasar negeri maupun sekolah dasar swasta. Kemudian untuk guru swasta di SMP negeri maupun SMP swasta terdapat 208 guru.

Selain tunjangan guru, Pemerintah Kabupaten Kudus tahun ini juga fokus pada perbaikan sekolah. Tercatat ada 100 lebih sekolah yang menjadi sasaran perbaikan secara fisik.

Perbaikan ini, kata Harjuna, dirasa telat. Pasalnya perbaikan yang harusnya bisa berlangsung sejak dua tahun silam terhambat karena adanya pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Kemarin untuk perbaikan sekolah kepotong untuk itu (refocusing). Ini perbaikan infrastuktur sekolah dimulai lagi," kata dia.

Untuk perbaikan sekolah, nominalnya mencapai Rp 22 miliar bersumber dari APBD 2022. Anggaran itu untuk perbaikan sekolah dasar yang jumlahnya sekitar 100 sekolah, kemudian untuk perbaikan fisik sekolah menengah pertama jumlahnya mencapai sekitar 10 sekolah.

Sebelumnya, Bupati Kudus HM Hartopo mengimbau kepada setiap kepala sekolah supaya memantau kondisi bangunan sekolah.

Pemantauan tersebut untuk mengetahui apakah kondisi fisik sekolah membahayakan siswa yang belajar di dalamnya. Sebab beberapa waktu lalu pernah ada kasus anak sekolah tertimpa reruntuhan atap kelas.

"Kalau ada yang rusak bisa segera dilaporkan agar perbaikan bisa dilakukan sejak dini," katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved