Berita Semarang

Gelar Khitan Massal, DT Peduli Pakai Teknik Lem Agar Cepat Sembuh

Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jawa Tengah (Jateng) menggelar khitan massal dengan menggunakan teknik lem agar penyembuhan luka lebih cepat.

TRIBUNJATENG/Agus Salim Irsyadullah
Foto bersama panitia dengan peserta khitan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jawa Tengah (Jateng) bekerja sama dengan Rumah Khitan Metro Kuningan menggelar Khitan massal di aula Masjid Al Ikhlas di Jl Dr Cipto No 11A Semarang pada Minggu (25/9/2022). 

Khitan massal tersebut, dikatakan dokter medis Rumah Khitan Metro Kuningan Fadli A Sanjaya sebagai program rutin kemanusiaan yang telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. 

Dalam praktiknya, ia menggunakan metode yang meminimalisir rasa sakit pada anak saat menjalani khitan.

"Ini tidak seperti khitan massal pada umumnya. Makanya khitan ini istimewa. Kita mengutamakan kenyamanan anak," katanya.

Baca juga: Lazizmu Kudus Salurkan Bantuan Beasiswa dan Peduli Guru Rp 72,8 Juta

Pihaknya menggunakan alat Electro Surgical Unit Radio Frekuensi. Sebuah alat standar yang harus ada di ruang operasi di ruang bedah rumah sakit. 

Selain itu, pihaknya menggunakan metode teknik lem dengan cara memotong jaringan pada kelamin lalu di lem dan tidak diikat.

Dalam prosesnya, metode tersebut membutuhkan waktu sekira 5 sampai 10 menit.

"Insyaallah ini sudah yang paling aman. Jadi anak anak boleh beraktivitas bisa langsung mandi. Karena kita memprioritaskan kenyamanan anak," lanjutnya. 

Baca juga: Ratusan Warga Ikuti Pengobatan Gratis dan Khitan Massal di Nyemoh Kabupaten Semarang

Teknik lem saat ini, kata dia banyak dipilih oleh orang tua. Sebab, proses penyembuhan luka hanya membutuhkan waktu 3-4 hari. 

Semantara itu, Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Jateng Dendi Prasojo mengatakan khitan massal sebagai program sosial kemanusiaan untuk membantu keluarga yang terkendala ekonomi. 

Masyarakat, kata dia hanya perlu menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftarkan diri dan kesiapan menjadi partisipan dalam khitan massal.

"Kriterianya masyarakat mengajukan SKTM. Di sisi lain juga harus berdasarkan pada kesiapan orang tua dan anak," imbuhnya. 

Untuk menghindari tekanan psikologis sebelum dikhitan, peserta ditempatkan di lantai 2 masjid disertai suguhan film anak-anak.

"Anak-anak kita tempatkan di lantai 2 sambil nunggu giliran dan menghindari tekanan psikologis," sambungnya.

Keberadaan khitan massal ini pun menarik perhatian masyarakat sekitar. 

Baca juga: Ratusan Warga Ikuti Pengobatan Gratis dan Khitan Massal di Nyemoh Kabupaten Semarang

Ahmad Choirul Huda (33) misalnya. Segera setelah memperoleh informasi khitan massal gratis, ia membujuk anaknya untuk mengikuti acara itu. 

"Kemarin anak minta khitan. Alhamdulillah di saat yang sama, saya menemukan informasi khitan massal gratis," kata warga kelurahan Gisikdrono Semarang Barat kepada Tribun Jateng.

Ia berharap program khitan massal gratis bisa dilakukan secara rutin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Program ini membantu bagi kami. Harapan ke depan bisa lebih banyak menjangkau masyarakat," paparnya.
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved