Berita Bisnis

Ketersediaan Obat Covid-19 Berlimpah, Perusahaan Farmasi Imbau Pemerintah Cari Solusi

Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia mengimbau pemerintah untuk membantu mencari solusi terkait melimpahnya ketersedian obat Covid-19.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Ketua Umum Pengurus Pusat GP Farmasi Indonesia F Tirtokoenadi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia mengimbau pemerintah agar turut mencarikan jalan keluar terkait pendistribusian obat Covid-19.

Pasalnya, obat Covid-19 saat ini masih melimpah membuat para pengusaha kebingungan untuk mendistribusikan obat itu.

"Kita tahu bahwa sekarang covid-19 menurun, sedangkan obat-obatan tersedia begitu banyak. Jadi banyak industri sekarang yang merasa mau diapakan obat yang begini banyak.

Baca juga: Jokowi Tak Mau Tergesa Nyatakan Indonesia Bebas Covid-19

Jadi, kami imbau saja kepada pemerintah, apa solusinya?" kata Ketua Umum Pengurus Pusat GP Farmasi Indonesia F Tirtokoenadi kepada tribunjateng.com di sela Musyawarah Provinsi (Musprov) X GPFI Jateng yang diselenggarakan di Gumaya Tower Hotel, Sabtu (24/9/2022).

Tirto menuturkan, anggota GP Farmasi Indonesia sendiri telah berkomitmen untuk menyediakan obat secukupnya.

Adapun melimpahnya obat Covid-19 saat ini lantaran sebelumnya telah diproduksi dalam jumlah besar sebagai antisipasi ledakan virus atau munculnya varian baru saat pandemi Covid-19 itu.

Adapun, obat yang diproduksi tersebut saat ini masih berlebih seiring dengan meredanya pandemi tersebut.

"Kalau kasarnya disebut over production atau overstock ya bisa juga. Tapi, itu terjadi karena kami khawatir anggota kami ada kekurangan obat pada saat misalnya munculnya varian omicron.

Baca juga: Warga Kabupaten Brebes Terdampak Pandemi Covid-19 Dapat Bantuan 450 Paket Sembako Lewat PSBI 

Jadi, kami dengan serius menyediakan obat itu secukupnya. Kalau sudah cukup tapi tidak terpakai karena memang Covid-19 menurun, ya akhirnya menjadi overstock," ungkapnya.

Tirto menerangkan, di tengah banyaknya stok obat Covid-19 ini pihaknya mendorong agar pemerintah turut mendukung, misalnya membeli untuk membantu negara-negara yang kekurangan ketersediaan obat.

Hal itu agar obat Covid-19 ini bisa terdistribusikan dengan baik sebelum mengalami kedaluwarsa.

"Dan obat itu ada batasan yang namanya expired atau kedaluwarsa. Kalau ini didiamkan satu dua tahun bisa expired semua."

"Di Indonesia produksi obat cukup andal. Sebenarnya kita bisa kalau pemerintah memberikan jalan, mau menyumbang ke negara-negara mana di dunia ini yang tidak memiliki ketercukupan obat, bisa beli dari kami dengan harga yang sangat khusus misalnya.

Paling penting bisa dikirim ke luar negeri atau terjual lah," ungkapnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved