Liputan Khusus

Anggaran Perlindungan Informasi di Jateng Minim, Tak Imbang dengan Alokasi IT

Anggaran keamanan sistem di Jawa Tengah, saat ini dinilai masih jauh dari kata cukup. Sebab anggaran keamanan informasi tidak seimbang dengan anggaran

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: m nur huda
istimewa/net
Ilustrasi hacker beraksi meretas data - Anggaran keamanan sistem di Jawa Tengah, saat ini dinilai masih jauh dari kata cukup. Sebab anggaran keamanan informasi tidak seimbang dengan anggaran IT 

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggaran keamanan sistem di Jawa Tengah, saat ini dinilai masih jauh dari kata cukup. Sebab anggaran keamanan informasi tidak seimbang dengan anggaran IT.

Belum lam aini, situs web milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dengan alamat website ppid.pemalangkab.go.id diretas oleh hacker pada Minggu (25/9/2022).

Dari pantauan laman tersebut pada pukul 13.00 WIB, hacker tersebut mengubah tampilan depan laman website Pemkab Pemalang dan menuliskan kalimat di dalamnya.

"Aku akui sungguh sangat cemburu melihat orang lain dapat menemukan kebahagiaannya tapi itu tidak pernah terjadi dalam hidupku tidak juga membuatku berhenti untuk memperjuangkanmu aku hanya mampu terdiam saat mereka dapat membuatmu lebih bahagia bukan sekedar aku cemburu tapi sungguh aku bersukur masih banyak yang peduli sama aku," tulis sang hacker.

Dari tampilan website, tertulis hacker yang menyerang Ucen Haxor berkolaborasi dengan Forbidden7 dan menyebut Karawang Cyber Team.

Kepala Bidang Penyelenggaran E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Pemalang Edi Sutriyono menuturkan, pihaknya sedang melakukan penanganan.

Ia pun belum mengetahui motif sang hacker menyerang web Pemkab. Untuk diketahui, ini merupakan kali kedua web ppid.pemalangkab.go.id diretas hacker. Kejadian pertama pada 4 September 2021.

Bermula dari HP

Peretasan data pribadi maupun instansi bisa dilakukan oleh hacker atau peretas dengan tujuan tidak baik.

Selain menjual data pribadi kepada pihak tertentu, hacker juga mengobok-obok isi website atau tampilannya. Untuk beberapa waktu, website yang telah dihack tidak bisa digunakan oleh pengguna utama atau pemilik akun.

Kebocoran data pribadi bisa meliputi nomor induk kependudukan (NIK), data pribadi BPJS, nama lengkap dan alamatnya, Nomor HP dan foto diri.

Apabila orang lain pegang data tersebut, maka bisa disalahgunakan untuk hal hal negatif, misalnya penipuan, pinjaman online, pembelian barang secara online, dan pemesanan atau pinjaman lainnya.

Bahkan pada awal September kemarin, terjadi penipuan yang dilakukan oleh pemain game e-sport. Pria itu warga Jakarta namun tinggal di Semarang dan  melakukan penipuan di Pedurungan, Semarang. Pria tersebut sangat ramah sehingga kemudian gampang kenalan dan bertukar nomor HP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved