Berita Semarang

Nelayan Tambaklorok Semarang Mengeluh, Harga Ikan Tak Kunjung Naik

Nelayan tambak lorok keluhkan harga ikan yang tidak kunjung naik, pasalnya harga BBM berjenis solar sudah naik, padahal dalam mencari ikan seorang nel

Tribun Jateng/Fajar Syafiq
Nelayan tambak lorok keluhkan harga ikan yang tidak kunjung naik, pasalnya harga BBM berjenis solar sudah naik, padahal dalam mencari ikan seorang nelayan harus membeli solar untuk bahan bakar kapalnya, Senin (26/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nelayan tambak lorok keluhkan harga ikan yang tidak kunjung naik, pasalnya harga BBM berjenis solar sudah naik, padahal dalam mencari ikan seorang nelayan harus membeli solar untuk bahan bakar kapalnya, Senin (26/9/2022).

Satu diantara nelayan Tambaklorok Semarang Slamet Riyanto (63) mengatakan, naiknya harga BBM jenis solar sangat mempengaruhi hasil pendapatan nelayan, pasalnya harga hasil laut tidak mengalami kenaikan, setelah Idul Fitri.

"Kalau mempengaruhi juga bisa soalnya penghasilanya sedikit, bahan bakar naik dan ikan-ikan rajungan belum naik gitu, pokonya harga hasil laut belum naik (namun) seperti harga sembako sudah naik semua, tapi harga ikan-ikan belum naik," jelasnya di Kampung Nelayan Tambaklorok Semarang.

Sebelum harga BBM naik, dirinya mengaku, bisa mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu sampai Rp 150 perhari, dari hasil menagkap ikan di laut.

"Iya bersihlah (keuntungan), sudah buat untuk beli bensin (solar), sekarang penghasilanya ini Rp 50 ribu kadang-kadang Rp 75 ribu," paparnya

Dirinya menyebut, ketika mencari ikan di laut para nelayan tidak dapat mempredikasi, seberapa banyak hasil yang akan didapatkan nanti.

"Kalau di laut kan tidak pasti, kadang kadang dapat banyak kadang dapat sedikit, tidak seperti kerjaan yang ada didarat," jelasnya

Dirinya berharap, harga ikan rajungan bisa naik harganya.

Dirinya mengatakan, tidak terlalu mepersoalkan harga BBM yang sudah naik.

"Kalau harga BBM sih tidak apa-apa soalnya karena sudah naik, mau protes tidak bisa saya nelayan kecil bisanya kan cuman ikut saja nanti kan ada yang ngatur sendiri," katanya

Dirinya berharap, harga hasil laut harganya dapat naik.

"Kalau bisa harga laut bisa naik Itu saja, karena harga BBM itu sudah naik, naik tidak apa-apa karena pemerintah sudah menaikan, kalau bisa hasil laut juga dinaikkan, jadi bisa sesuai dengan hasilnya begitu," ungkapnya.

Walaupun harga BBM berjenis Soalar sudah naik dirinya mengatakan tetap melaut dan mencari ikan setiap hari.

"Ya melaut setiap hari, kalau tidak melaut, karena memang itu kerjaanya, dapat sedikit banyak kita tetap berangkat," ungkapnya.

Sementara itu, Rusdi (60) nelayan Tambaklorok Semarang mengaku, harga jual ikan yang murah, menyebabkan para nelayan tidak cukup untuk mengcaver  pembelian bahan bakar kapal.

"Masalahnya hasil dari harga (Ikan) itu tidak bisa mengangkat masyarakat membeli BBM itu, contohnya rajungan kalau dulu harganya Rp 90 ribu masih bisa seimbang, (tapi) sekarang harganya cuman 35 ribu per kilogram dapatnya minim 4 kilogram sampai 5 kilogram, kalau dengan harga itu, membeli BBM (yang harganya) sampai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, apa sampai," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved