Liputan Khusus

Ada 557 Aduan UU ITE Masuk Polda Jateng, Keamanan Sistem Masih Lemah

Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Tengah mencatat ada sebanyak 557 laporan terkait UU ITE. Laporan tersebut dihimpun dari bulan Januari hingga Juli 202

Editor: m nur huda
istimewa/net
Ilustrasi serangan siber - Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Tengah mencatat ada sebanyak 557 laporan terkait UU ITE. Laporan tersebut dihimpun dari bulan Januari hingga Juli 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Tengah mencatat ada sebanyak 557 laporan terkait UU ITE. Laporan tersebut dihimpun dari bulan Januari hingga Juli 2022.

Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio, mengatakan beberapa laporan yang masuk sudah dalam proses penanganan. Namun pihaknya belum bisa memastikan ada berapa laporan yang sudah diputuskan di persidangan.

"Yang masuk persidangan masih perlu kami hitung lagi. Tapi untuk laporan terkait peretasan website milik pemerintah belum ada hingga saat ini," jelasnya.

Lemahnya keamanan sistem milik pemerintah atau swasta, diakibatkan SDM (sumber daya manusia) yang kurang memenuhi kualifikasi.

Dwi mengatakan SDM untuk menjaga sistem supaya tidak diretas masih ketinggalan dari negara lain.

"Teknologi itu terus maju. Sebanding dengan pembangunan. Tapi sayangnya SDM kita masih lemah. Termasuk aparat penegak hukum bisa menindak kalau ada laporan. Kalau ada kejahatan siber baru kita pelajari. Butuh waktu untuk menangani hal itu," tambahnya.

Dwi meminta kepada masyarakat untuk bisa menjaga data pribadi dengan baik. Jangan mudah memberikan data pribadi apabila dirasa mencurigakan.

Membentuk CSIRT

Kepala Diskominfo Kabupaten Batang, Jawa Tengah Triossy Juniarto mengatakan sementara ini pihaknya masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat serta langkah-langkah yang harus dilakukan agar sesuai regulasinya.

Lebih lanjut mengenai keamanan data di Pemkab Batang sendiri, Diskominfo Batang sudah terjalin komunikasi dan bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Bahkan Kabupaten Batang menjadi Kabupaten keempat se-Jateng yang telah membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang tak lain untuk meningkatkan keamanan.

"Kita sudah bentuk CSIRT Kabupaten di mana terhubung dengan CSIRT Provinsi dan Pusat bersama BSSN, jika sewaktu-waktu ada trouble atau insiden siap bergerak cepat membantu menyelesaikan, setiap tahun juga ada audit secara IT internal mengaudit sejauh mana tingkat keamanan sistem kita," ujarnya.

Berbagai upaya Diskominfo Batang dalam melakukan keamanan data yaitu dengan membangun jaringan internal yang mana melindungi akses data agar tidak keluar dari jalur. Dalam perlindungan data kependudukan publik, Diskominfo Batang rutin melakukan monitoring semua aplikasi yang ada di OPD, juga berkoordinasi dengan tenaga ahli IT masing-masing OPD.

Selain itu, pihaknya juga berusaha membatasi bertambahnya aplikasi dengan memaksimalkan apkikasi yang ada dan antisipasi dengan backup sistem otomatis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved