Berita Sukoharjo

Bahas Kondisi Benteng Keraton Kartasura, Camat Ingin Pemerintah & Kasunanan Surakarta Duduk Bersama

Bahas Kondisi Benteng Keraton Kartasura yang Memprihatinkan, Pak Camat Ingin Pemerintah dan Kasunanan Surakarta Duduk Bersama

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
khoirul muzaki
warga melintas di bekas benteng keraton Kartasura Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Jejak Kesultanan Mataram masih terlihat di wilayah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Di antara peninggalan keraton yang masih bisa dijumpai masyarakat sampai saat ini adalah bekas benteng Keraton Kartasura. 

Sayangnya, bangunan berusia lebih dari 3 abad itu kini kondisinya memprihatinkan. Meski masih berwujud, kelestariannya terancam. 

Ini terlihat dari banyaknya tanaman liar yang tumbuh menempel di bangunan itu. Sebagian bangunan juga sudah ambrol atau berlubang. 

Di tengah kondisinya yang memprihatinkan, benteng Baluwarti sisi barat sempat dijebol pemilik lahan hingga beritanya viral. Bangunan sepanjang sekitar 200 meter itu pun sudah tidak utuh lagi. 

Belum jelas apakah bangunan yang sudah dihancurkan itu bisa dikembalikan seperti semula. 

Camat Kartasura Joko Miranto mengatakan, langkah berikutnya untuk menyikapi benteng yang sudah jebol masih menunggu putusan hukum terkait perkara itu. 

Seperti diketahui, pemerintah melalui BPCB Jateng sebelumnya telah memroses hukum pelaku yang menghancurkan benteng menggunakan alat berat. 

"Sementara menunggu putusan. Apakah nanti akan dikembalikan seperti semula, atau dikenai denda (pelaku), " katanya, Selasa (27/9/2022) 

Pemerintah telah memasang papan nama yang menginformasikan bangunan itu adalah cagar budaya. 

Ini agar masyarakat mengetahui bahwa bangunan itu harus dijaga kelestariannya. Menghancurkan atau merusaknya adalah perbuatan melawan hukum yang diancam dengan kurungan penjara. 

Terkait pemeliharaan benteng Kartasura selama ini, menurutnya, masih terkendala perihal kewenangan.  Kewenangan terkait bangunan keraton itu masih berada di bawah Kasunanan Surakarta. 

Ada abdi dalem yang ditugasi memelihara sisa-sisa bangunan keraton. Karenanya perlu ada koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan pihak keraton terkait pemeliharaan situs cagar budaya itu. 

"Perlu duduk bersama, " katanya. (*)

Baca juga: WAWANCARA Direktur Polikteknik Bumi Akpelni : Akpelni Berdiri Tahun 1964 Beberapa Kali Ganti Nama

Baca juga: Galian C Ilegal Diisukan Akan Beroperasi Lagi, Pj Sekda Batang Minta Pengusaha Harus Urus Surat Izin

Baca juga: Ibu-Ibu Muslimat NU Blora Diminta Ikut Awasi Penyaluran BLT di Desanya

Baca juga: Mengenang 4 Tahun Kematian Haringga Sirla Jelang Duel Persib Vs Persija, Korban Fanatisme Sepak Bola

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved