Berita Nasional

Kenapa Putri Candrawathi Ngotot Bilang Dilecehkan Brigadir J? Ada Alasan Kuat, IPW Bongkar Dugaannya

Tak hanya itu, menurutnya, Sambo memiliki kartu truf atau alat atau bukti andal yang digunakan untuk mengalahkan lawan di saat terakhir

Editor: muslimah
KOMPAS.com Kristianto Purnomo/ISTIMEWA
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi kasus Brigadir J, Selasa (30/8/2022) (kiri). Brigadir J dan Putri Candrawathi foto bersama (kanan). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Soal tudingan dugaan pelecehan seksual Brigadir J kepada Putri Candrawathi, Ketua Indonesia Police Watch (IPW)  Sugeng Teguh Santoso  punya dugaan tersendiri.

seperti diketahui, awalnya Putri bilang pelecehan dilakukan di Jakarta.

Namun kemudian di kemudian hari keterangannya berubah.

Pelecehan dilakukan di Magelang saat mereka menjenguk anak Putri dan Ferdy Sambo yang sekolah di sana.

Baca juga: Detik-detik Kematian Mahsa Amini Menurut Keluarga, Disiksa dan Dihina saat di Mobil Polisi Iran

Baca juga: Detik-detik Gaji Karyawan Perkebunan di OKU Sebesar Rp 500 Juta Dirampok Saat Antri Isi BBM

Sugeng menduga, Putri Candrawathi sengaja menggunakan alibi tersebut untuk mendapatkan keringanan hukuman.

“Memang alasan pelecehan itu alasan satu-satunya yang bisa digunakan saat ini. (Untuk meringankan) ancaman hukuman mati,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso dalam program Aiman di Kompas TV, Senin (26/9/2022) malam.

Lebih lanjut Sugeng mengatakan bahwa masih ada potensi penyidik Polri masuk angin dalam menangani kasus yang melibatkan Ferdy Sambo itu.

Sugeng menduga soal kemungkinan bahwa Ferdy Sambo melakukan tawar-menawar atau bargaining kepada penyidik yang menangani kasus Brigadir J.

“Kan saya sudah sampaikan, kenapa nyonya Putri tidak ditahan?

Kenapa cerita tentang pelecehan masih ada?

Itu adalah bargaining-bargaining. Iya (dilakukan Ferdy Sambo) kepada pimpinan Polri atau penyidik,” ucap dia.

Tudingan itu, menurut Sugeng, disampaikannya berdasarkan analisis berbasis normatif.

Sebab, ia menilai, Putri Candrawarhi sudah memenuhi syarat objektif ketentuan penahanan berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Oleh karena itu, Sugeng menilai, alasan subjektif Polri tidak menahan Putri karena alasan kemanusiaan, agak janggal.  

 "Cerita tentang pelecehan itu adalah satu sikap tidak koperatif. Tidak mungkin ada pelecehan karena dia sedang membangun basis pembelaan di persidangan nanti,” kata dia.

Tak hanya itu, menurutnya, Sambo memiliki kartu truf atau alat atau bukti andal yang digunakan untuk mengalahkan lawan di saat terakhir.

Apalagi, Sambo diketahui dalam beberapa tahun terakhir menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Namun demikian, Sugeng tidak menjelaskan soal kartu truf yang dimaksudkannya itu. 

“Sambo punya juga kartu truf sebagai polisinya polisi untuk membuka,” ujar Sugeng. (*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved