Berita Kudus

Kisah Perajin Tahu di Kudus Berusaha Bertahan, Nasib Sudah Setipis Saringan Tahu

Nasib perajin tahu saat ini semakin tipis layaknya kain saringan tahu yang biasa mereka gunakan

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Nasib perajin tahu saat ini semakin tipis layaknya kain saringan tahu yang biasa mereka gunakan.

Bagaimana tidak, harga kedelai yang terus meroket sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini terus dirasa.

Sekarang harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu di Kudus sudah menyentuh angka Rp12.700/kg.

Nasib naas tidak usai begitu saja, beban berat masih ditanggung para perajin tahu lantaran kenaikan harga bahan bakar minyak yang harus dihadapi.

Baca juga: Cerita Mistis Orang Bunian, Mitos Makhluk Supranatural Kepercayaan Masyarakat Minang dan Melayu

Baca juga: Gara-Gara Puntung Rokok, Rumah di Desa Tondokerto Pati Terbakar Habis

Kenaikan BBM tersebut, berdampak kepada para pekerjanya yang meminta kenaikan upah.

Curhat keluh kesah perajin tahu, dituturkan oleh Agus Salim yang mendirikan usaha tahunya selama 11 tahun.

"Padahal, pada tahun 2019 harga untuk perkilonya sekitar Rp11.000an, tidak terasa di tahun ini sudah menyentuh Rp12.700an. Naiknya secara bertahap," jelasnya saat ditemui oleh Tribunjateng.com, Selasa (27/9/2022).

Alhasil, dia dengan terpaksa menaikan harga tahu perpapannya Rp 3000. 

Namun, keputusan kenaikan harga tidak serta-merta diterima oleh masyarakat.

Buktinya, dirinya harus kehilangan konsumen di Kabupaten Demak yang biasa order 2 Kwintal perharinya.

"Ada penurunan produksi gara-gara harga kedelai naik. Biasanya saya bisa distribusikan 6 kwintal perharinya. Sekarang cuma bisa 4 kwintal," ucapnya dengan lesuh di rumah produksi tahu miliknya yang beralamat di Ploso, Gang Tahu RT 1 RW 1, Kudus.

Agus mengambil kalkulator untuk menghitung rinci keuntungan kotor yang bisa dia dapatkan untuk harga perkwintalnya.

"Perkwintal kalau kotor biasanya bisa dapat Rp 1,6 juta. Kalau kehilangan 2 kwintal, jadi saya kehilangan sekitar Rp 3,2juta," terangnya.

Penurunan produksi tersebut menyebabkan dirinya menanggung penurunan omzetnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved