Berita Pati

Panwascam Pati Tembus 500 Pendaftar, Meliani : Ingin Cari Pengalaman

Jumlah pendaftar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan di Kabupaten Pati sudah menembus angka 500 orang.

TRIBUNJATENG.com/Mazka Hauzan Naufal
Proses pendaftaran Panwaslu Kecamatan di Kantor Bawaslu Pati, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pendaftar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan atau juga disebut Panwascam di Kabupaten Pati membeludak.

Hingga Selasa (27/9/2022) malam ini, pihak Bawaslu Kabupaten Pati masih merekapitulasi jumlah pendaftar yang mencapai ratusan.

Bahkan, ketika diwawancarai Tribunjateng.com pada sore pukul 16.00 WIB atau satu jam sebelum penutupan pendaftaran, Anggota Bawaslu Pati Karto menyebut, jumlah pendaftar sudah menembus angka 500.

“Ternyata, setelah kami buka pendaftaran sejak 21 September kemarin, antusiasme luar biasa. Kami juga kaget. Pendaftar tembus 500 lebih, padahal yang dibutuhkan cuma 63 dari 21 kecamatan, atau tiga orang per kecamatan,” ujar Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi ini pada Tribunjateng.com di Kantor Bawaslu Pati.

Baca juga: Pendaftar Panwaslu Kecamatan Sragen Sudah Hampir Lima Kali Lipat Dari Kuota

Karto merasa bangga pada masyarakat yang menurutnya sadar untuk ikut serta menyukseskan Pemilu.

Di samping itu, menurut dia, antusiasme masyarakat mungkin juga tinggi lantaran tertarik dengan masa kerja yang cukup lama.

“Mulai direkrut sampai Pemilu dan Pilkada, ada sekitar 20 sampai 27 bulan (masa kerja), barangkali menjadikan banyak yang mendaftar,” kata dia.

Banyaknya partai yang mendaftar untuk jadi peserta Pemilu, menurut Karto, juga menjadikan Pemilu mendatang kian menarik.

Baca juga: Pro Kontra Isu Jokowi Jadi Wakil Prabowo di Pemilu 2024, Keduanya Sudah Beri Tanggapan

Namun demikian, tidak bisa dimungkiri bahwa faktor ekonomi juga boleh jadi merupakan salah satu alasan tingginya jumlah pendaftar. Sebab, Panwaslu Kecamatan memang akan mendapatkan honor.

Sampai satu jam sebelum pendaftaran ditutup, menurut Karto masih banyak yang d mendaftar. Pantauan TribunMuria.com di kantor Bawaslu, hingga 16.30 WIB memang masih cukup banyak masyarakat yang mengantre untuk diproses pendaftarannya.

“Pukul 17.00 kami tutup, pendaftar kami rekap, lalu besok kami teliti kelengkapan administrasinya,” jelas Karto.

Setelah seleksi administrasi, lanjut dia, sebetulnya ada tahapan perpanjangan pendaftaran, namun itu kalau jumlah pendaftar belum memenuhi kuota. 

“Tapi ternyata Pati melebihi kuota, sehingga tidak ada perpanjangan pendaftaran,” kata dia.

Hasil seleksi berkas administrasi akan diumumkan 12 Oktober 2022. Selanjutnya ada tahapan tanggapan masyarakat terkait calon-calon, 

“Nanti masyarakat bisa memberi masukan terkait rekam jejak calon, sebagai bahan pertimbangan kami dalam menyeleksi. Setelahnya ada tahap CAT dan tes wawancara,” tandas dia.

Meliani (29), warga Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo, merupakan satu di antara pendaftar Panwaslu Kecamatan. Ia menjelaskan alasannya berminat menjadi Panwaslu Kecamatan.

“Buat mencari pengalaman, selain itu juga karena di rumah tidak ada pekerjaan. Dapat info pendaftaran dari teman. Dulu (2019) pernah ikut (penyelenggaraan Pemilu) tapi di KPPS,” kata dia.

Meilani bersyukur proses pendaftaran administrasi sudah ia lalui secara lancar. Ia juga telah bersiap untuk tahapan tes selanjutnya.

“Harapan semoga diterima, kalau kalau nggak diterima ya belum rezeki,” ucap dia. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved