Berita Purbalingga

Sekolah Tak Punya Gedung, Siswa SMKN 1 Karangjambu Purbalingga Belajar di Ruko Desa

Siswa-siswi SMKN 1 Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga terpaksa harus mengikuti proses belajar di sebuah ruko milik desa. Sebagian lagi ada j

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
Istimewa SMK Negeri 1 Karangjambu, Purbalingga.
Suasana belajar mengajar siswa-siswi SMK Negeri 1 Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga di sebuah ruko milik desa, Senin (26/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Siswa-siswi SMKN 1 Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga terpaksa harus mengikuti proses belajar di sebuah ruko milik desa. Sebagian lagi ada juga yang menumpang belajar di ruang SMP Karangjambu, Purbalingga.

Kondisi itu terjadi lantaran siswa SMKN 1 Karangjambu, Purbalingga belum memiliki gedung belajar yang representatif. Sudah sekitar 14 tahun para siswa ada yang belajar di rumah warga dan ruang SMP Karangjambu.

"Selama ini belajar di rumah warga, dan beberapa di ruang kelas SMP, kalau sarana ada. Kami tidak punya gedung dan tanah," ujar Kepala SMKN 1 Karangjambu, Purbalingga, Muhammad Mumfasil, Senin (26/9).

Kemarin, Senin (26/0), siswa SMKN 1 Karangjambu Purbalingga harus melaksanakan proses belajar di sebuah ruko.

"Hari ini pindah ke kios pasar Desa Purbasari. Ada 22 kios yang dipinjamkan, lebarnya masing-masing 3x3 meter," jelas Mumfasil.

Ia menuturkan, jumlah siswa SMKN 1 Karangjambu Purbalingga saat ini tercatat sebanyak 183 orang, terdiri dari kelas X tiga kelas, kelas XI dua kelas, dan kelas XII satu kelas.

Mumfasil mengaku tetap bersyukur dan berterima kasih kepada warga Purbasari, Purbalingga yang sangat memperhatikan aktivitas pendidikan para siswanya. Sehingga, mereka kemudian meminjamkan ruko milik desa untuk dijadikan sekolah sementara.

Berharap perhatian

Ia pun berharap ada perhatian dari pemerintah agar siswa SMKN 1 Karangjambu Purbalingga dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan layak seperti siswa di sekolah lain.

"SMK Negeri 1 Karangjambu Purbalingga saat ini belum memiliki lokasi untuk dibangun sekolah. Ke depan impian anak-anak memiliki gedung sekolah sendiri agar dapat terwujud, dan bisa belajar dengan tenang," harapnya.

Adapun, Kepala Cabang Dinas 9 Provinsi Jateng, Dwi Yuli menyatakan, kendala utama dalam penyediaan fasilitas pendidikan SMKN 1 Karangjambu Purbalingga adalah ketersediaan lahan.

Menurut dia, mulanya SMP dan SMKN Karangjambu adalah satu atap, tetapi kemudian berdiri sendiri-sendiri. Namun, lahan untuk SMKN 1 Karangjambu belum tersedia karena aset pemda belum ada.

"Desa Purbasari punya sekian banyak ruko, ada 22 yang kosong, dan dipinjamkan (untuk SMMKN 1 Karangjambu-Red). Jadi bukan di pasar, tapi di ruko milik desa," terangnya kepada Tribunbanyumas.com.

Dwi Yuli menyatakan, penempatan siswa di ruko itu terpaksa dilakukan, karena ruang kelas SMP juga sedang direhab. "Saat ini sudah ada tanah bengkok, tapi tidak mudah kalau dijadikan SMA, karena kepunyaan desa," terangnya. (jti/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved