Breaking News:

Berita Jateng

Kementerian dan Lembaga Pemerintah di Jawa Tengah Diminta Percepat Serapan Anggaran Belanja

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah merilis data kinerja APBN di Jawa Tengah sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022.

Editor: rival al manaf
istimewa
Plt Kepala Kanwil DJPb Jateng Taukhid (tengah) dalam sebuah kegiatan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah merilis data kinerja APBN di Jawa Tengah sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022.

Salah satu yang mencolok adalah kinerja belanja yang turun sebesar Rp 2,34 T atau -3,49 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Tahun ini, kinerja belanja APBN sampai tanggal 31 Agustus sebesar Rp 65,29 T.

Plt Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Jateng, Taukhid menjelaskan penurunan terbesar ada di kategori belanja modal yakni sebesar Rp 1,52 T.

Baca juga: Duel Klasik Persebaya Surabaya Vs Arema FC Tanpa Aji Santoso, Mutaqim: Badannya Menggigil

Baca juga: Agenda Shin Tae-yong Selanjutnya, Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2022

Baca juga: Masa Depan Dejan Kulusevski Makin Cerah di Tottenham Hotspur: Beruntung Saya Tinggalkan Juventus

"Untuk mendorongnya perlu langkah-langkah antisipasi dan koordinasi dengan Kementerian atau Lembaga Pemerintah terutama yang realisasi belanjanya rendah untuk segera mengeksekusi anggaran belanja," terang Taukhid.

Meski demikian tidak dirinci kementerian atau lembaga mana saja yang capaian realisasi belanjanya masih rendah.

Taukhid menambahkan, secara umum penurunan belanja kementerian atau lembaga disebabkan karena pagu anggaran untuk tahun 2022 juga turun dibanding tahun 2021.

Penurunan pagu itu tercatat sebesar Rp 5,07 T.

Penurunan kinerja belanja tahun ini dibanding tahun lalu masih tertolong capaian dari kategori belanja sosial yang justru mengalami peningkatan sebesar Rp 23,64 T.

"Sedangkan kinerja pendapatan APBN di Jawa Tengah sampai 31 Agustus 2022 sebesar Rp 64,48 T."

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp 10,84 T atau naik 20,20 persen," tambahnya.

Sumbangan terbesar dari kinerja pendapatan tersebut berasal dari penerimaan cukai Rp 28,41 T dan pajak penghasilan Rp 17,03 T.

Rp 44,98 T KUR Tersalurkan di Jateng.

Sementara itu, khusus penyaluran kredit program, baik itu Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Ultra Mikro sampai 31 Agustus 2022 telah tersalurkan Rp 44,98 T kepada 1.299.661 debitur.

Baca juga: Dinas Pendidikan Gandeng UPGRIS Seleksi 60 Calon Kepala Sekolah dan Pengawas Kota Pekalongan

Baca juga: 3 Atlet Wushu Unnes Raih 2 Emas dan 1 Perak di Ajang FISU University World Cup Combat Sports Turki

Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Pengeroyokan Ojol Berujung Maut Versi Asosiasi Driver

Dibandingkan dengan periode Juli 2022, penyaluran KUR tumbuh 6,16 T dan menjangkau 169.872 debitur baru.

Sedangkan penyaluran kredit Ultra Mikro tumbuh Rp 0,13 T dan menjangkau 33.568 debitur baru.

"Capaian-capaian ini saya rasa masih cukup bagus, catatannya hanya perlun mendorong serapan anggaran belanja Kementerian dan Lembaga."

"Jika saja serapan itu juga tumbuh positif saya rasa dampaknya juga akan bagus untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved