Berita Kudus

Pakai 70 Persen Tembakau Lokal, PT Djarum Tekankan Pentingnya Kualitas

PT Djarum Kudus mengutamakan kualitas tembakau dalam memilih bahan pokok untuk produksi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Rifqi Ghozali
Senior Manager Tobacco Purchasing PT Djarum, Iskandar. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Senior Manager Tobacco Purchasing PT Djarum, Iskandar, mengutamakan kualitas tembakau dalam memilih bahan pokok untuk produksi. Untuk itu pihaknya telah lama menjalin kemitraan demi menjaga kualitas.

Kemitraan pihaknya lakukan dengan para petani tembakau melalui grader. Grader sendiri merupakan orang yang bertugas membedakan kualitas tembakau yang berimbas pada harga tembakau.

Baca juga: Pangkas Rantai Distribusi, Petani Tembakau Madura Ingin Bisa Jual Langsung ke Pabrik

"Yang terjadi justru kami sudah melakukan kemitraan direct langsung dengan para petani melalui para grader. Jadi hal-hal yang menyangkut petani yang memilih adalah para perwakilan kami," kata Iskandar seusai pertemuan dengan sejumlah pihak termasuk perwakilan petani tembakau Madura dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di pabrik rokok Karangbener, Bae, Kudus, Rabu (28/9/2022).

Kualitas memang yang utama, sebab kata Iskandar, tembakau sebagai bahan pokok menjadi penentu akan produk yang dihasilkan nanti. Tembakau sendiri memiliki karakter spesifik yang berbeda-beda.

"Untuk pendekatan itu maka kami bangun kemitraan, kenapa bangun kemitraan karena ada gap permintaan dan penawaran itu menyangkut produksi, menyangkut kualitas, mungkin sampai dengan harga," kata Iskandar.

Karena basisnya kualitas tidak jarang terjadi disparitas harga tembakau antarsatu daerah dengan daerah lain karena kualitas tembakau biasanya berbeda di setiap daerah. Hal ini mengakibatkan tembakau dari daerah yang harganya rendah dipasok ke daerah yang harganya tinggi. Untuk itu pihaknya melakukan pengamatan ketat.

"Kami punya inspeksi. Tapi itu tetap akan berpengaruh, karena jumlah yang diamati lebih banyak. Tekanan juga makin kuat kalau tidak hati-hati kelolosan," kata dia.

Baca juga: Klaim Mampu Dongkrak Harga TBS di Tingkat Petani Sawit, Mendag Kini Upayakan Dongkrak Harga Tembakau

Iskandar mengatakan, untuk bahan baku tembakau pihaknya mengambil dari berbagai daerah di Indonesia hingga 70 persen, sehingga tembakau yang impor kuantitasnya lebih kecil.

Di Jawa Tengah sendiri tembakau yang diambil misalnya dari Temanggung, Magelang, maupun Boyolali. Selain itu tembakau dari daerah lain misalnya dari Madura.

"Untuk impor kurang lebih 30 persen," kata dia.

Terkait pembelian tembakau ada kalanya pihaknya mengacu pada kearifan lokal.

Misalnya di Lombok, terkait mekanisme penentuan harga tembakau diatur melalui aturan daerah yang bermula dari musyawarah. Kemudian di daerah lain biasanya harga ditentukan dengan hitungan biaya produksi.

Baca juga: Ini Pemenang Writing Competition Djarum Beasiswa Plus 2021/2022

Misalnya di Pamekasan ada Komisi Urusan Tembakau Pamekasan (KUTP) yang bertugas membuat kesepakatan dengan pemerintah daerah perihal harga tembakau.

Mekanisme-mekanisme hitungan cermat itu, bagi Iskandar, menghindarkan petani tembakau atas bayang-bayang ekspektasi harga tinggi.

Hal itu acap kali terjadi misalnya tahun ini harga tembakau tinggi, tahun depan akan kembali tinggi. Padahal tidak demikian. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved