Berita Semarang

Sambut Dua Ojol Bebas, Ratusan Driver Bertahan di Gubernuran hingga Tengah Malam

Ratusan driver ojol bertahan hingga tengah malam di depan kantor Gubernuran.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Iwan Arifianto
Para ojol hingga tengah malam masih bertahan di kantor gubernuran sebagai bentuk solidaritas atas empat rekan ojol yang ditahan akibat aksi pengeroyokan berujung maut di Kota Semarang, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan driver ojol yang tergabung di Asosiasi Driver Online Jawa Tengah bertahan hingga tengah malam di depan kantor Gubernuran.

Mereka menyambut dua rekan ojol yang bebas.

Sebelumnya, mereka sempat ditahan oleh Polisi.

"Alhamdulillah, puji Tuhan malam ini jam 00.00 , rekan kami bisa keluar dari penjara," kata Humas Asosiasi Driver Online Jawa Tengah , Astrid Jovanka kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/9/2022).

Dua ojol yang dibebaskan tersebut masing-masing Budi Sarwono dan Anton Legowo.

Menurut Astrid, dua rekan ojol itu tidak terindikasi sebagai pelaku.

Dari awal kedua ojol itu merupakan korban.

Para ojol hingga tengah malam masih bertahan di kantor gubernuran sebagai bentuk solidaritas atas empat rekan ojol yang ditahan akibat aksi pengeroyokan berujung maut di Kota Semarang, Rabu (28/9/2022).
Para ojol hingga tengah malam masih bertahan di kantor gubernuran sebagai bentuk solidaritas atas empat rekan ojol yang ditahan akibat aksi pengeroyokan berujung maut di Kota Semarang, Rabu (28/9/2022). (Tribun Jateng/Iwan Arifianto)

Terutama Budi Sarwono yang sedari awal sebenarnya sebagai korban karena pembelaan diri atas usaha pembacokan.

"Tapi keduanya ada wajib lapor, berapa lama lapornya nanti kami update lagi," ungkapnya.

Pihaknya mengungkapkan masih memiliki pekerjaan rumah lainnya berupa dua rekan yang masih ditahan yakni Zen dan Nugi.

Keduanya, ditetapkan tersangka lantaran ikut membela Budi ketika dibacok.

Para ojol siap membantu dengan menerjunkan dua pengacara.

"Kami tak tinggal diam, terus berjuang untuk mereka berdua, kalau perlu 10 pengacara kami terjunkan," tuturnya.

Selain pendampingan hukum, para rekan ojol melakukan donasi.

Sampai pukul 23.30 WIB, total donasi yang telah terkumpul sebesar Rp7,6 juta.

"Donasi terus berlanjut sampai mereka keluar penjara," tegasnya. 

Para ojol lantas membubarkan diri pada pukul 00.15 WIB. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved