Berita Pekalongan

Satpol P3KP Pekalongan Ajak Kaum Ibu Hindari Kepanikan Saat Hadapi Api

Simulasi penanggulangan bencana dan penanganan hewan berbahaya digelar di Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Dharma wanita persatuan (DWP) Kota Pekalongan dan tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) dilatih simulasi penanggulangan bencana dan penanganan hewan berbahaya di lingkungan rumah tangga oleh Satpol P3KP setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebagai bentuk sinergitas antara dharma wanita persatuan (DWP) dan tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK), untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh dan tanggap bencana, Kecamatan Pekalongan Barat bersama dengan Satpol P3KP setempat menggelar simulasi penanggulangan bencana dan penanganan hewan berbahaya di lingkungan rumah tangga, berlangsung aula kantor kecamatan setempat.

Ketua DWP Tutut Estining Putri, mengatakan, sinergitas antara dua organisasi wanita ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisiensi waktu tiap kegiatan yang dilaksanakan.

"Kegiatan ini merupakan pertemuan pertama antara kedua organisasi, namun sebelumnya kegiatan sinergitas telah dilakukan sebelumnya yakni lomba merias tanpa cermin dan membuat bucket pada rangkaian acara Batara Kecamatan Pekalongan Barat," kata Ketua DWP Kota Pekalongan Tutut Estining Putri, saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (27/9/2022).

Dharma wanita persatuan (DWP) Kota Pekalongan dan tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) dilatih simulasi penanggulangan bencana dan penanganan hewan berbahaya di lingkungan rumah tangga oleh Satpol P3KP setempat.
Dharma wanita persatuan (DWP) Kota Pekalongan dan tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) dilatih simulasi penanggulangan bencana dan penanganan hewan berbahaya di lingkungan rumah tangga oleh Satpol P3KP setempat. (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

Pihaknya berharap, pengurus yang diikutsertakan dalam simulasi ini dapat melanjutkan informasi yang diperoleh kepada warga sekitar lingkungannya.

"Kami ingin DWP dan PKK kecamatan Pekalongan Barat mempunyai kerjasama yang baik dalam setiap kegiatan sosial, agar kehadiran kami untuk memberikan manfaat bagi warga dapat tercapai dengan maksimal," imbuhnya.

Sementara itu, kepala bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan Satpol P3KP kota Pekalongan, Agung Jaya Kusuma Aji mengatakan, simulasi tersebut sangat penting bagi kaum ibu, sebab mereka sering menjadi orang pertama yang melihat munculnya api yang tidak terkendali.

"Dalam teori kebakaran, rentang waktu 15 menit adalah waktu yang sangat berharga. Sebab, jika keberadaan api pada suatu tempat sudah melebihi 15 menit akan sulit dipadamkan."

"Setelah ada pengetahuan, mereka ada nyali untuk melakukan pemadaman awal," kata Kabid pemadam kebakaran dan penyelamatan Satpol P3KP Kota Pekalongan Agung.

Agung menambahkan, kepanikan adalah kebiasan yang sering terjadi ketika melihat kebakaran, namun justru sikap inilah yang harus dihindari.

"Kalau api masih kecil, sangat bisa dipadamkan oleh lingkungan sekitar. Jadi, penting sekali untuk menghindari kebiasaan panik," tambahnya.

Hingga semester satu, Satpol P3KP telah menangani kejadian kebakaran sebanyak 10 kejadian dalam kota Pekalongan dan 6 kejadian lainnya di luar kabupaten. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved