Berita Pendidikan

Tingkatkan Kesadaran Hukum, Fakutas Hukum Unnes Blusukan Ke Desa Polobogo

Tim pengabdian Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan sosialisasi hukum di Desa Polobogo, Getasan, Kabupaten Semarang

Penulis: amanda rizqyana | Editor: raka f pujangga
Dokumentasi Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Tim pengabdian Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan sosialisasi hukum di Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sejak Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim pengabdian Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan sosialisasi hukum di Desa Polobogo Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang sejak Sabtu (24/9/2022).

Tim Pengabdi yang terdiri atas Sonny Saptoajie Wicaksono, Benny Sumardiana, Dr. Sang Ayu Putu Rahayu, dan Indung Wijayanto.

Mereka berempat langsung berbaur dengan sekitar seratus lebih masyarakat Polobogo untuk menanamkan nilai-nilai hukum secara maksimal.

Baca juga: Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Gabung Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi, Mengaku Sudah Ketemu Putri

Disampaikan Sonny, masyarakat Desa Polobogo sendiri dipilih oleh tim pengabdi Fakultas Hukum Unnes mengingat jarak tempuh yang tidak cukup jauh dari kampus Unnes, selain itu terdapat beberapa masalah hukum komplek yang terjadi disana.

"Desa Polobogo juga sedang dalam perjuangannya menjadi desa wisata yang tentunya akan menghadapi interaksi dengan banyak orang yang memungkinkan munculnya peristiwa hukum kedepan," ujarnya.

Ia menambahkan, peserta pengabdian yang hadir ialah masyarakat Desa Polobogo terdiri dari perangkat desa, RT/RW. dan pemuda Desa yang aktif dalam menghidupkan geliat desa wisata yang sedang dicanangkan oleh Desa.

Dwi Pristiwaningsih, Kepala Desa Polobogo dalam sambutannya menyampaikan Desa Polobogo membuka selebar-lebarnya bagi seluruh pihak untuk bekerja sama dan memberikan peran terhadap perkembangan desa.

“Unnes baik dosen pada saat pelaksanaan pengabdian, maupun mahasiswa dengan Kuliah Kerja Nyata sudah menjadi bagian kerjasama yang baik dalam pengembangan Desa Polobogo, dan harapannya Kerjasama tersebut akan terus berjalan dalam kegiatan lainnya," ujar Dwi.

Baca juga: Persatuan Ojol Nusantara Buka Donasi dan Beri Pendampingan Hukum Soal Pengeroyokan di Semarang

Sementara itu, Benny, menyatakan tim pengabdi dari Fakultas Hukum Unnes sendiri telah melaksanakan berbagai pengabdian dengan memberikan pengetahuan hukum pada masyarakat.

Pelaksanaan pemberian pengetahuan hukum tidak hanya di Desa Polobogo saja, beberapa desa juga pernah menjadi lokasi pengabdian sebelumnya baik di Kota Semarang bahkan di luar Kota Semarang.

“Kami tim pengabdi memahami bahwa ilmu hukum dan kampus tidak boleh seperti menara gading yang berjarak dengan masyarakat, dan kami meyakini ilmu akan bermanfaat bila masyarakat juga telah merasakan peran kampus di kehidupannya, baik itu dosennya maupun mahasiswanya," jelas Benny, M.H.

Dr. Ayu menambahkan, setelah program pengabdian ini berakhir, tim pengabdi Fakultas Hukum rencananya tidak akan meninggalkan masyarakat begitu saja.

Ia menegaskan, tim pengabdi akan terus mengawal perkembangan pemahaman hukum masyarakat, bila ditemukan fakta bahwa masyarakat masih kurang memahami dan belum bisa menjalankan kehidupan dengan kesadaran hukum yang baik.

Rencananya tim pengabdi FH Unnes akan hadir Kembali untuk memberikan sosialisasi dalam pengabdian lanjutannya.

Baca juga: Jokowi Minta Lukas Enembe Datang ke KPK, Kuasa Hukum Bilang Gubernur Papua Sakit Komplikasi

“Tujuan kami jelas, kami hadir hingga masyarakat tersentuh dan mau memahami serta menjalankan kehidupan dengan kesadaran juga ketertiban hukum yang tinggi, karenanya pengabdian kami di polobogo tidak akan berhenti disini saja, dan akan kami kembangkan juga dengan Kerjasama di kegiatan lainnya," terang Dr. Ayu dalam penutup sambutannya. 

Masyarakat Desa Polobogo yang hadir terlihat antusias dalam menerima informasi baru yang diberikan oleh tim pengabdi FH.

Keempat dosen yang hadir pada kegiatan pengabdian tersebut memberikan topik yang berbeda dalam kegiatan tersebut.

Topik oleh Benny, M.H., ialah pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Sonny, M.Hum., tentang Masyarakat Anti Eigenrechting atau main hakim sendiri, Dr. Ayu Putu tentang penanganan stunting sejak dini, dan Indung, M.H., tentang penanganan cyber bullying di masyarakat. (arh)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved