Berita Cilacap

20 Pedagang Ayam Yang Berjualan di Jalan Yos Sudarso Majenang Ditertibkan 

Forkopimcam Majenang bersama UPT Pasar Majenang dan tim gabungan menertibkan 20 pedagang ayam yang berjualan di bahu Jalan Yos Sudarso, Majenang

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: muslimah
Camat Majenang
Petugas gabungan melakukan penertiban terhadap pedagang ayam yang berjualan di bahu Jalan Yos Sudarso, Majenang. Rabu (28/9/2022). Total ada 20 pedagang ayam yang dikembalikan untuk berjualan di Pasar Majenang. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Forkopimcam Majenang bersama UPT Pasar Majenang dan tim gabungan menertibkan 20 pedagang ayam yang berjualan di bahu Jalan Yos Sudarso, Majenang. Rabu (29/9/2022).

Penertiban itu dilakukan bukan tanpa alasan, pasalnya para pedagang telah melanggar Perda terkait K3 dan PKL.

Camat Majenang, Aji Pramono menuturkan bahwa sebelum dilakukan penertiban ini, para pedagang sudah dinerikan edukasi secara persuasif.

Bahwasanya mereka telah melanggar Perda nomor 26 tahun 2003 yang mengatur tentang K3 dan Perda nomor 52 tahun 2004 terkait PKL.

"Seminggu sebelumnya kami sudah mendata  para pedagang, sudah kami berikan edukasi persuasif juga. Karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan, kemudian hari Rabu kami tertibkan," kata Aji saat dihubungi tribunjateng.com.

Dikatakan Aji bahwa penertiban pada Rabu kemarin berjalan dengan lancar.

Bahkan sama sekali tidak ada penolakan maupun tarik menarik antara pedangang dengan petugas.

"Alhamdulillah penertiban berjalan lancar, dari pedagang juga tidak ada penolakan sama sekali. Bahkan ada yang dengan sukarela meninggalkan lokasi dan masuk ke pasar kembali," tutur Aji.

Saat penertiban, Kasitrantibum Kecamatan Majenang juga memfasilitasi kendaraan untuk mengangkut barang dagangan para pedagang untuk kembali ke pasar.

Diketahui, bahwa para pedagang ayam yang ditertibkan tersebut beberapa ada yang sudah memiliki kios di pasar.

Namun karena adanya persaingan harga antar pedagang ayam di Pasar Majenang
sehingga pedagang-pedagang yang ada di dalam pasar ikut keluar.

Adapun selisih harga ayam perkilonya antara di dalam pasar dan di luar pasar dikatakan Aji yaitu sebesar Rp 5.000 rupiah.

Menanggapi hal itu, Aji mengatakan bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan komunitas pedagang ayam di Majenang  untuk dapat menstabilkan harga.

"Maka dari itu kita tertibkan, kemudian kita kembalikan ke pasar. Bahkan untuk pedagang ayam yang sebelumnya berjualan di luar, kita sediakan kios di Pasar Majenang," imbuhnya. (pnk)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved