Kabupaten Semarang

Curhatan Pengelola Agen Wisata: Akses Wisata Bandungan Semarang Masih Susah, Harga Hotel Juga Mahal

Ngesti Nugraha mengakui bahwa akses jalan menuju kawasan wisata terutama Candi Gedongsongo masih kurang ideal untuk lalu lalang kendaraan.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA
ILUSTRASI Tempat wisata Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNGAN - Wilayah Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang menjadi satu di antara lokasi yang bertabur objek wisata, terutama keindahan alamnya.

Terpantau baik pada hari biasa ataupun akhir pekan, wisatawan berdatangan ke daerah dataran tinggi tersebut.

Kepadatan lalu lintas di sana juga sering terjadi terutama di sekitaran wilayah Jimbaran dan akses masuk menuju kawasan wisata Candi Gedongsongo, salah satu destinasi wisata milik pemerintah.

Baca juga: Rencana Exit Tol Pringapus, Pemkab Semarang Sudah Bebaskan Lahan, Dikerjakan Pertengahan 2024

Baca juga: Tiga Saksi Kasus Pembunuhan Iwan Budi Minta Perlindungan, Tim LPSK Gali Data di Semarang

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengakui bahwa akses jalan menuju kawasan wisata terutama Candi Gedongsongo masih kurang ideal untuk lalu lalang kendaraan, termasuk bus berbadan besar.

Selain itu, kontur jalan yang berupa tanjakan dan berkelok membutuhkan kendaraan kecil seperti shutle untuk mengurangi ruang dan menghindari ketersendatan lalu lintas yang bisa bikin wisatawan kurang nyaman.

“Kami pernah melakukan pemantauan langsung kaitannya akses jalan menuju wisata Candi Gedongsongo mengendarai sepeda motor bersama Ketua DPRD Kabupaten Semarang."

"Jadi ketika ada satu saja kendaraan yang mengalami masalah di tengah perjalanan, akan membuat lalu lintas kendaraan lainnya terhambat."

"Jika sudah macet, sepeda motor pun akan kesulitan menerobos," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (29/9/2022).

Selain itu, lanjut Ngesti, kepadatan yang terjadi tak hanya berdampak pada wisatawan, namun juga warga setempat.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA)

Baca juga: Sepeda Listrik di Semarang Bisa Kurangi Emisi Gas Karbon, Ini Penjelasan Iswar

Menurutnya, kepentingan warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan dan hal penting yang perlu dipikirkan.

"Jika lalu lintasnya macet, kasihan semisal terdapat warga yang sakit atau ingin melahirkan, ambulans saja tidak dapat lewat akibat jalan macet," imbuhnya.

Selain perkara lalu lintas, terdapat hal lain yang menjadi keresahan baik wisatawan maupun agen travel dan perjalanan wisata, yakni terkait akomodasi.

Satu di antara pengelola agen travel dan wisata asal Pasuruan, Jawa Timur, Yudhi mengungkapkan bahwa dirinya yang hampir tiap pekan membawa wisatawan ke Bandungan mengalami kesulitan juga pada pilihan penginapan.

“Bus (pariwisata) tidak dapat mendekat ke hotel ketika memilih fasilitas penginapan di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved