Berita Ekonomi Bisnis

HIMKI Pertanyakan Perhatian Pemerintah, Ekspor Mebel Jepara Terus Menurun

Negara-negara Eropa, tidak ada lagi kemampuan untuk mengalokasikan uangnya untuk membeli perabot di tengah inflasi yang membubung tinggi.

TRIBUN JATENG/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Truk peti kemas memuat beberapa produk mebel untuk diekspor, Kamis (29/9/2022). Saat ini pemesanan mebel dari pasar Eropa menurun drastis imbas invasi Rusia terhadap Ukraina. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Industri mebel masih terdampak pada krisis global imbas invasi Rusia terhadap Ukraina.

Dalam satu semester terakhir ini mengalami penurunan pemesanan.

Bahkan pemesanan dari pasar Eropa dan Amerika hampir tidak ada.

Baca juga: Usai Persijap Jepara Tuai Hasil Imbang, Salahudin Geber Latihan Penyelesaian Akhir

Baca juga: Chat WA Pacar Seharian Tak Dibalas, Warga Grobogan Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Jepara

Kondisi tersebut juga tidak jauh berbeda dengan pasar domestik.

Saat ini pasar domestik mengalami penurunan hingga 50 persen.

Kondisi ini masih bisa berlanjut dalam rentang periode yang cukup lama, karena belum ada tanda-tanda konflik yang berujung saling embargo di Eropa, akan berakhir kapan.

Presidium HIMKI Kabupaten Jepara, Maskur mengungkapkan hasil lawatannya ke Eropa selama tiga pekan.

Dia menyampaikan, negara-negara Eropa, tidak ada lagi kemampuan untuk mengalokasikan uangnya untuk membeli perabot di tengah inflasi yang membubung tinggi.

"Bahkan untuk kebutuhan listrik dan gas, nilai yang dikeluarkan saat ini di rata-rata rumah tangga sekira USD 700 USD (kisaran Rp 10 juta) sebulan atau naik 4 kali lipat dari sebelumnya," kata Maskur kepada Tribunjateng.com, Kamis (29/9/2022).

Maskur juga menyampaikan kritik kepada eksekutif soal Perda Mebel Nomor 2 Tahun 2014 yang sudah 'mangkrak' selama 8 tahun.

Hingga saat tidak dibuatkan peraturan teknis di bawahnya dalam bentuk Perbup atau sejenisnya.

Baca juga: Terkait Kepegawaian, Pemkab Jepara Siap Laksanakan SE Mendagri 

Baca juga: Rifka Warga Jepara Tewas Kecelakaan, Terpental ke Taman Stasiun Puri Pati, Motor Tertabrak GranMax

Dia juga mempertanyakan tentang ketidakseriusan para pemangku kebijakan terkait perihal bantuan DAK puluhan miliar Rupiah dari Kementerian Perindustrian untuk terwujudnya Material Centre Kayu di Kabupaten Jepara.

Permasalahan utama, ungkapnya, 'keberpihakan' dari pemangku kebijakan untuk memberikan fasilitasi promosi yang justru dari tahun ke tahun semakin menurun.

Dia membeberkan, sekian tahun lalu anggaran untuk fasilitasi promosi mencapai angka Rp 500 juta, tapi menurun terus, saat ini hanya Rp 80 juta.

"Ini kan sangat menjadi ironi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Jepara, Eriza menerima masukan dari HIMKI ihwal peran Pemkab Jepara terhadap industri mebel.

"Kami pun siap untuk melaksanakan apa yang menjadi masukan dari teman-teman HIMKI dan arahan dari teman-teman di dewan (DPRD)," ujarnya. (*)

Baca juga: Pelajar Kritisi Kehadiran Sepeda Listrik di Semarang: Tolong Parkirnya Biar Tak Ganggu Pejalan Kaki

Baca juga: Pelaku UMKM di Karanganyar Didorong Miliki NIB, Seberapa Pentingkah?

Baca juga: Perhatian Pemerintah Terhadap Kondisi Hotel Dibya Puri Semarang, Hendi: Akan Kami Revitalisasi

Baca juga: Deretan Jus yang Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah dan Atasi Diabetes

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved