Berita Semarang

Resmi Pindah di Pasar Penggaron Semarang, Pedagang Buah Grosir Minta Fasilitas Segera Dibenahi

Sebanyak 500 pedagang buah grosir di MAJT resmi pindah di Pasar Penggaron Semarang.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis, saat memukul gong sebagai simbol diresmikannya pemindahan pedagang buah grosir dari MAJT ke Pasar Penggaron Semarang, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 500 pedagang buah grosir di pasar relokasi MAJT resmi pindah di Pasar Penggaron Semarang.

Untuk merayakan peresmian ini, Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Sub Rayon Grosir Buah Kota Semarang selenggarakan syukuran, Rabu (28/9/2022) malam.

Ketua PPJP Subrayon Grosir Buah Semarang, Imam Nurkholis, mengatakan selama proses pemindahan sangat dibantu oleh dinas-dinas terkait. Meskipun beberapa fasilitas di Pasar Penggaron belum memadai.

"Terutama fasilitas air bersih ini masih sangat kurang. Jadi perlu perbaikan segera. Kalau sarana prasarana lainnya nanti sambil jalan. Itu wajar kalau masih ada kurang-kurangnya. Toh kami di sini juga belum lama," jelasnya.

Sebelum pindah ke Pasar Penggaron, Imam bersama dengan ratusan pedagang grosir buah diberikan tawaran untuk pindah di Pasar Rejomulyo Semarang.

"Tapi karena di sana lapaknya kurang luas, jadi menurut kami kurang memadai. Sehingga kami lebih memilih untuk pindah ke sini. Total ada 160 lapak grosir buah yang ada di Pasar Penggaron," terang Imam.

Pihaknya hanya meminta Pemerintah Kota Semarang sedikit membantu pedagang untuk membangun fasilitas tambahan. Supaya pembeli semakin nyaman dan mudah untuk menuju lapak grosir buah.

Di lain pihak, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis, mengatakan masa sewa tanah dengan pihak MAJT seharusnya selesai pada tahun 2021.

Namun pihak pengelola MAJT masih memberikan kelonggaran, sampai semua pedagang mendapatkan kios baru.

"Waktu itu mau kami pindahkan ke Pasar Johar tidak mungkin, karena lapaknya kecil-kecil. Sedangkan ini untuk barang grosir. Jadi pedagang kami berikan dua opsi. Pertama di Pasar Rejomulyo, satunya di Pasar Penggaron. Akhirnya sepakat pedagang lebih suka di Pasar Penggaron," tuturnya.

Pihaknya mengakui jika fasilitas yang ada di Pasar Penggaron Semarang masih belum memadai. Sehingga perlu waktu untuk memperbaikinya, karena terkait dengan anggaran yang disediakan.

"Ini sebenarnya ada anggaran Rp 200 juta, tapi nanti untuk pengerasan jalan tempat bongkar muat. Karena itu yang paling penting dulu. Nanti yang lainnya sambil jalan. Saya harap para pedagang nyaman di sini, nanti tahun 2023 kami anggarkan lagi untuk menambah fasilitas yang lain," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved