Berita Semarang

Sosok Moetiah Ditembak Berkali-kali tak Mati, Satu-Satunya Wanita Korban Keganasan PKI di Semarang

Moetiah menjadi satu-satunya korban perempuannya di kuburan massal G30S PKI Plumbon, Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Iwan Arifianto
Kuburan massal korban keganasan G30S PKI  di perbukitan area Perhutani, di dukuh Plumbon, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Moetiah menjadi satu-satunya korban perempuannya di kuburan massal G30S PKI Plumbon, Kota Semarang.

Sosok perempuan ini berdasarkan cerita di warga  sekitar cukup sakti.

Beberapa menyebut, sosok Moetiah ditembak berulang kali tidak langsung meninggal dunia.

Namun keterangan para warga berbeda-beda sebab cerita itu berdasarkan budaya tutur secara turun-temurun di lingkungan kawasan pembantaian G30S PKI.

"Setahu saya sih ditembak tujuh kali tidak mati," kata warga Plumbon, Maryono (62) kepada Tribunjateng.com, Kamis (29/9/2022).

Ia mengaku, mengetahui sosok Moetiah sebagai sinden dan guru TK asal Cepiring Kendal.

Tragedi itu memang bagian dari cerita warga sekitar yang menyebut, para saksi sejarah banyak yang telah meninggal dunia.

Termasuk tiga penggali kuburan yang berasal dari kampung setempat dua telah meninggal sisa satu kini sakit stroke.

"Ketika ekseskusi itu saya berusia 6 tahun. Penembakan dilakukan tengah malam," katanya.

Warga Ahmad Khamim (83) menjelaskan, sosok Moetiah dikenal sebagai guru agama.

"Sosoknya sakti ditembak empat kali baru meninggal dunia," bebernya.

Aktivis kemanusiaan dan penggiat HAM dari Perkumpulan Masyarakat Semarang,Yunantyo Adi tak menampik sosok Moetiah dikenal sebagai sosok yang sakti.

"Iya benar kalau ada cerita Moetiah sakti, sebaliknya cerita Moetiah dikaitkan istrinya Bupati atau anaknya itu tidak benar," katanya.

Yang jelas, Moetiah dikenal sebagai aktivis seni.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved