Berita Semarang

Kuburan Korban Pembantaian G30S PKI di Hutan Plumbon Semarang, Dulu Jadi Tempat Nyari Nomor Togel

Kuburan massal korban pembantaian G30S PKI di Hutan Plumbon Semarang kini jadi situs edukasi sejarah persekusi korban perang.

Editor: rival al manaf
(KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)
Yunika Wulandari warga Kabupaten Demak saat menyambangi makam korban pembantaian G30S PKI di Hutan Plumbon Semarang. Kamis (29/9/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kuburan massal korban pembantaian G30S PKI di Hutan Plumbon Semarang kini jadi situs edukasi sejarah persekusi korban perang.

Meski demikian, sebelumnya kuburan massal itu menyimpan berbagai kisah, mulai tempat dieksekusinya orang yang pernah menjabat Bupati Kendal, hingga menjadi tempat orang mencari nomor togel.

Kuburan massal di Hutan Plumbon, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang memang cukup sulit ditemukan orang awam.

Makam itu benar-benar berada di tengah hutan.

Baca juga: Ini Sejumlah Luka-luka yang Didapat Lesti Kejora dari Dugaan KDRT Rizky Billar

Baca juga: Sadisnya Bullying Pelajar SMP di Sumedang, Kepala Korban Nyaris Dilindas Sepeda Motor

Baca juga: 3 Pengamen Digelandang ke Kantor Polisi Setelah Dipergoki Satpam Islamic Center Cabuli Gadis Remaja

Lokasinya juga dipenuhi dengan rumput ilalang yang menutupi area jalan menuju lokasi.

Sepintas, seperti tak ada jalan menuju lokasi tersebut.

Pengunjung harus melewati lahan pertanian warga dan jembatan kecil dari kayu yang menghubungkan ke lokasi makam.

Lokasinya juga cukup jauh dengan permukiman warga.

Namun, mayoritas warga sekitar sudah mengetahui keberadaan makam korban G30S PKI tersebut.

Sebelum Kota Semarang melakukan pelebaran wilayah, Kawasan Hutan Plumbon masuk Kabupaten Kendal.

Korban yang disemanyamkan di lokasi tersebut mayoritas juga berdomisili dari Kabupaten Kendal.

Aktivis kemanusiaan dan pegiat HAM, Yunantyo Adi mengatakan, kuburan massal itu berupa dia lubang yang menyerupai sumur.

Di lokasi pemakaman tersebut terdapat batu nisan yang tertulis delapan nama yang ikut dimakamkan.

"Memang ada delapan nama tapi yang paling populer hanya dua nama.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved