Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pemalang

Viral, Tinggal di Ruko Megah, Warga Pemalang Ini Maunya Dicap Sangat Miskin Agar Terima Bantuan PKH

Seorang warga di Pemalang viral karena maunya dicap sebagai warga sangat miskin. Warga tersebut tinggal di rumah toko yang megah

Tayang:
Editor: muslimah
KOMPAS.com/Baktiawan Candheki
Kondisi Rumah sekaligus toko kelontong milik warga Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang yang terdaftar dalam penerima BPNT 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Seorang warga di Pemalang viral karena maunya dicap sebagai warga sangat miskin.

Warga tersebut tinggal di rumah toko yang megah.

Rukonya dicap dengan tanda penerima Program Keluarga Harapan/Bantuan Pangan Non-Tunai (PKH/BPNT)

Videonya beredar di media sosial.

Baca juga: Kesaksian 2 Teman Dekat Lesti Kejora Terkait Dugaan KDRT Oleh Rizky Billar, Ini Kata Polisi

Baca juga: Putri Candrawathi Belum Ditahan karena Alasan Kemanusiaan, Kamaruddin: Seolah yang Lain Margasatwa

Kondisi Rumah sekaligus toko kelontong milik warga Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang yang terdaftar dalam penerima BPNT
Kondisi Rumah sekaligus toko kelontong milik warga Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang yang terdaftar dalam penerima BPNT (KOMPAS.com/Baktiawan Candheki)

Video tersebut diunggah akun twitter @hengky_kik pada Kamis (29/9/2022).

"Kok iso yaa, piyee ikih @anakdesaid," tulis sang pemilik akun.

Dari informasi yang dihimpun, rumah sekaligus toko kelontong megah dengan cap "Keluarga Sangat Miskin/Prasejahtera penerima PKH/BPNT" itu diketahui berada di Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Desa Bulakan Sigit Pujiono, Jumat (30/9/2022), membenarkan bahwa rumah toko yang ada dalam unggahan tersebut merupakan rumah salah satu warganya di Dukuh Karang RT 02 RW 08.

"Rumah itu sudah dinilai layak atau sudah mampu, sebelum penandaan (minggu kemarin) kita berupaya meminta supaya yang bersangkutan membuat surat mundur dari penerima BPNT, tapi tidak mau, ya akhirnya temboknya dicap," terangnya.

Sigit juga mengakui kejadian tersebut menjadi buah bibir warga lainnya.

"Kami sudah mengingatkan, lebih elok mengundurkan diri, karena nanti dipandang tetangga enggak baik.

Tapi enggak mau, katanya, 'Biarin aja, Pak'.

Ya sudah kita cap sambil menunggu untuk pengajuan pendataan graduasi," ujarnya.

Sigit mengungkapkan, kasus ini hanyalah satu dari sekian banyak penerima manfaat di Desa Bulakan yang sudah masuk kategori mampu secara ekonomi, tetapi tidak mau mengundurkan diri.

"Tapi, ya banyak juga yang sadar dan mengundurkan diri. Besok dari Dinas Sosial sama pendamping PKH juga akan turun untuk menangani masalah itu," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Punya Ruko Megah Masih Terima Bansos, Diminta Mundur Tak Mau, Tembok Rumah Akhirnya Dicap "Warga Miskin"

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved