Berita Regional

Belasan Pasangan Bukan Suami Istri Dalam Kamar Terpergok Satpol PP, Dikenai Sanksi Denda

Dalam razia penyakit masyarakat (pekat) di rumah kos maupun hotel kelas melati tersebut, belasan pasangan bukan suami istri terpergok berduaan dalam k

Editor: m nur huda
TRIBUN LAMPUNG
Ilustrasi - Dalam razia penyakit masyarakat (pekat) di rumah kos maupun hotel kelas melati tersebut, belasan pasangan bukan suami istri terpergok berduaan dalam kamar. 

TRIBUNJATENG.COM, CIREBON - Belasan pasangan bukan suami istri terjaring razia Satpol PP Kabupaten Cirebon pada Jumat (30/9/2022) malam.

Dalam razia penyakit masyarakat (pekat) di rumah kos maupun hotel kelas melati tersebut, belasan pasangan bukan suami istri terpergok berduaan dalam kamar.

Seluruh pasangan bukan suami istri yang terjaring razia tersebut disanksi denda dan diharuskan membayarnya ke bank bjb, sehingga langsung masuk ke kas daerah.

Bahkan, mobil kas keliling bank bjb telah disiagakan di kantor Satpol PP Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, tepat setelah razia itu.

Pasangan bukan suami istri yang terjaring razia pekat saat membayar denda ke kas keliling bank bjb di Satpol PP Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/9/2022) malam.
Pasangan bukan suami istri yang terjaring razia pekat saat membayar denda ke kas keliling bank bjb di Satpol PP Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/9/2022) malam. (Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi)

Karenanya, pasangan bukan suami istri yang terjaring razia pekat harus membayar denda Rp 300 ribu - Rp 500 ribu perpasangan setelah didata petugas Satpol PP Kabupaten Cirebon.

Adapun sasaran razia tersebut ialah rumah kos maupun hotel kelas melati di wilayah Kecamatan Kedawung dan Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, yang kerap digunakan untuk praktik esek-esek.

Dalam razia yang melibatkan unsur TNI - Polri itu, para petugas menyisir rumah kos di kawasan Kecamatan Kedawung kemudian bergerak ke Kecamatan Beber.

Setiap pasangan bukan suami istri yang terpergok berada di satu kamar dan tidak dapat menunjukkan buku nikah atau kartu identitasnya langsung digiring ke kantor Satpol PP Kabupaten Cirebon.

Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono, mengatakan, razia pekat kali ini berhasil menjaring 19 pasangan bukan suami istri.

Menurut dia, razia kali ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap bulannya untuk memberantas penyakit masyarakat, khususnya praktik esek-esek.

"Kegiatan Cipta kondisi ini sebagai upaya untuk mempersempit ruang gerak tindak asusila dan penyakit masyarakat di Kabupaten Cirebon," kata Dadang Priyono saat ditemui usai razia.

Ia mengatakan, besaran sanksi denda yang harus dibayar pasangan bukan suami istri tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik PPNS Satpol PP Kabupaten Cirebon.

Selain itu, penerapan sanksi denda bagi pasangan suami istri yang terjaring razia pekat baru pertama kali diterapkan untuk memberikan efek jera sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

Pasalnya, pihaknya menemukan beberapa orang yang pernah terjaring razia sebelumnya, sehingga diperlukan upaya penindakan yang lebih tegas.

"Jika mereka kembali terjaring razia serupa di kemudian hari, maka kami langsung menyeretnya persidangan tindak pidana ringan," ujar Dadang Priyono.

Dadang menyampaikan, sanksi denda yang terkumpul dari hasil razia kali ini mencapai Rp 3,95 juta dan langsung disetorkan ke kas daerah melalui bank bjb.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Terjaring Razia di Kamar Berduaan, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Cirebon Harus Bayar Denda

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved