Berita Regional

Mati Mesin di Udara, Pesawat Sriwijaya Air Tujuan Surabaya Kembali Mendarat di Makassar

Jumat (30/9/2022) malam, pesawat udara Sriwijaya Air Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan SJ-567 rute Makassar-Surabaya mengalami insiden di udara.

hopperatx.com
Ilustrasi pesawat 

TRIBUNJATENG.COM - Jumat (30/9/2022) malam, pesawat udara Sriwijaya Air Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan SJ-567 rute Makassar-Surabaya mengalami insiden di udara.

Dalam penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel, ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, mesin pesawat sebelah kiri dilaporkan mati.

Pesawat berusia 13,5 tahun itu (data Planespotters.net) kembali mendarat di bandara asal atau return to base ( RTB ).

Baca juga: Viral Anggota DPR Merokok di Pesawat, Ini Dia Sosoknya


Berdasarkan data dari situs monitoring penerbangan FlightRadar24.com, pesawat bernomor registrasi PK-CRE itu take-off pada pukul 19.42 Wita, dari jadwal awal pukul 18.35 Wita.

Sekitar separuh waktu penerbangan, pesawat kemudian putar haluan kembali ke Makassar.

"(Pesawat) mengalami gangguan engine sebelah kiri.

Pilot meminta untuk kembali ke Makassar,"demikian dikatakan Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi dalam keterangannya.


Pesawat ini mengangkut 177 penumpang dan seluruhnya selamat.

Saat pendaratan berhasil dilakukan, seluruh penumpang dan kru dievakuasi.
 
Berdasarkan video yang beredar, tampak mobil pemadaman kebakaran berusaha mendekati pesawat saat pendaratan (landing).

Hingga berita ini dilansir, Tribun-Timur.com masih berusaha mendapatkan keterangan dari pihak manajemen Sriwijaya Air.

Kapan pesawat return to base?

Dalam dunia penerbangan, dikenal satu istilah yaitu RTB (return to base), adalah di mana suatu pesawat diharuskan untuk kembali ke bandar udara di mana pesawat itu berangkat (setelah mengudara/airborne).

RTB bisa terjadi karena dua faktor, yaitu teknis dan nonteknis.

Faktor teknis umumnya terjadi karena adanya gangguan pada sistem pesawat seperti mesin, struktur atau mekanisme teknis operasional pesawat yang menyebabkan kemampuan (capability) pesawat dalam melakukan penerbangan berkurang hingga di bawah 50 persen.

Sementara faktor nonteknis terjadi karena gangguan nonteknis.

Ganggguan tersebut contohnya ada penumpang sakit yang membutuhkan penanganan secepat mungkin dan masih dalam radius kurang dari 1 jam dari bandara awal, serta cuaca di bandara awal masih memungkinkan, atau bandara tujuan tutup.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Baru Terjadi! Mesin Pesawat Sriwijaya Air Makassar ke Surabaya Mati Saat Terbang, Kondisi Penumpang

Baca juga: Detik-detik Pesawat Mendarat Darurat di Alas Purwo, Begini Kondisi Penumpangnya

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved