Berita Semarang

Tempati Pasar Baru, Pedagang Johar Baru Kauman Keluhkan Sepinya Pembeli

Pedagang di pasar Johar baru Kauman Semarang mengeluhkan sepinya pembeli.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Ketua Paguyuban Pedagang Bumbon dan Sayur Robert Wibowo tampak di depan lapak menunggu pembeli, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pedagang di pasar Johar baru Kauman Semarang mengeluhkan sepinya pembeli. Pasalnya, sepinya pasar tersebut telah terjadi sejak mereka menempati lapak baru itu.

Sukini, satu di antara pedagang di pasar tersebut mengatakan, di pasar baru itu pendapatan dari hasil dagangannya hingga saat ini masih jauh dari pendapatan yang ia peroleh saat masih berjualan di relokasi pasar MAJT.

Menurutnya, pendapatannya berkurang drastis bahkan menurun hingga 75 persen dibandingkan saat berjualan di relokasi pasar MAJT.

"Penjualan menurun, berbeda saat jualan di relokasi Pasar Johar (MAJT). Ini turun 75 persen," keluhnya, Jumat (30/9/2022).

Menurut Sukini, sepinya pembeli lantaran pasar belum sepenuhnya belum ditempati.

"Masih banyak yang kosong," ungkapnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Bumbon dan Sayur, Robert Wibowo memaparkan, masih banyaknya pedagang bumbon memiliki dua tempat untuk berdagang, yaitu relokasi MAJT dan Johar Baru.

Hal itu dinilai membuat pasar Johar baru menjadi sepi lantaran masih banyak pembeli yang datang ke MAJT.

"Kalau malam itu sekitar 14 pedagang, harusnya ada ratusan lebih," katanya.

Ia menyebut bangunan lantai 2 berjumlah sekitar 150 lose dan dilantai 1 berjumlah 100 lose pedagang bumbon sayur. 

Adapun dari total itu, saat ini kosong tak ada pedagang yang menempati. 

"Lantai 2 kosong semua, yang satu hanya beberapa pedagang," ungkapnya.

Menurut dia lebih lanjut, banyaknya pedagang yang tidak ingin kembali ke pasar Johar baru karena beberapa alasan.

Di antaranya yakni sudah banyak pedagang yang memiliki banyak pelanggan di lokasi sebelumnya.

Selain itu, juga karena lokasi baru yang dinilai lebih kecil membuat mereka enggan untuk pindah.

"Bagi sejumlah pedagang, tempatnya kurang memungkinkan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved