Berita Semarang

Volume Ekspor di Tanjung Emas Semarang Turun hingga 25 Persen

inflasi global turut memberikan dampak bagi Aptrindo Tanjung Emas Semarang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Inflasi global yang terjadi seiring krisis geopolitik sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina turut memberikan dampak bagi Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas Semarang.

Ketua DPC Aptrindo Tanjung Emas Semarang Supriyono mengatakan, terjadi penurunan Volume ekspor impor menggunakan armada Aptrindo mencapai 25 persen.

Adapun disebutkan, anggotanya sendiri mencapai 45 perusahaan dengan total truk mencapai 800 unit.

"Saat ini ekspor impor Tanjung Emas (menggunakan armada kami)  mengalami penurunan seiring dengan adanya inflasi dan Perang Rusia-Ukraina.

Turunnya antara 20-25 persen," kata Supriyono, kemarin.

Supriyono lebih lanjut mengatakan, penurunan volume ekspor impor sendiri karena menurunnya permintaan utamanya dari Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Permintaan Amerika, ke China, turun banyak," sebutnya.

Sementara itu dia melanjutkan, adanya dampak tersebut sendiri tidak memberikan pengaruh terhadap lama pengiriman barang.

Namun disebutkan, kegiatan ekspor kini menjadi lesu.

"Waktu pengiriman selama ini karena volume turun sehingga cepat sekali, gampang sekali untuk mendapatkan space kapal kontainer."

"Sekarang ekspor lagi lesu. Mudah-mudahan dengan kenaikan dolar bisa menggairahkan lagi. Namun karena permintaan secara global menurun, perlu waktu untuk recovery," imbuhnya.

Di sisi lain, data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyebutkan, nilai ekspor Jawa Tengah pada Juli 2022 sebesar US$ 1.022,48 juta, turun 7,13 persen dibanding ekspor pada Juni 2022.

Namun jika dibandingkan dengan ekspor Juli 2021 naik sebesar 21,67 persen.

Ekspor non migas pada Juli 2022 mencapai US$ 962,91 juta, turun sebesar US$ 58,20 juta atau 5,70 persen dibanding nilai ekspor non migas pada Juni 2022.

Tiga negara tujuan ekspor non migas terbesar pada Juli 2022 meliputi Amerika Serikat dengan nilai US$ 393,16 juta, disusul Jepang US$ 86,05 juta dan Tiongkok US$ 54,93 juta, dengan kontribusi ketiganya sebesar 57,40 persen selama Januari-Juli 2022.

Neraca perdagangan Jawa Tengah pada Juli 2022 defisit US$ 585,04 juta. Neraca perdagangan migas mengalami defisit US$ 885,48 juta sedangkan neraca perdagangan non migas mengalami surplus US$ 300,44 juta. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved