Kerusuhan Suporter di Malang

130 Tewas Akibat Tragedi Kerusuhan Suporter di Malang, Polisi Sebar Foto Wajah Korban Meninggal

Jumlah korban meninggal tragedi kerusuhan suporter di Malang seusai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya bertambah menjadi 130 orang.

Editor: galih permadi
AP/Yudha Prabowo
Suasana saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM - Jumlah korban meninggal tragedi kerusuhan suporter di Malang seusai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya bertambah menjadi 130 orang.

Untuk membantu identifikasi korban meninggal, pihak kepolisian dan relawan menyebar foto wajah korban di RSSA Malang, Minggu (2/10/2022).

Keluarga korban yang merasa foto tersebut merupakan anggota keluarga lantas didata.

Tangis haru anggota keluarga pun pecah ketika menemukan foto wajah jenazah.

Adanya tragedi kerusuhan ini dibuka dua Crisis Center antara lain di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dan kantor Arema FC.

Hal tersebut karena banyak korban yang sebagian besar merupakan suporter tidak membawa kartu identitas.

Baca juga: Apa Itu Gas Air Mata? Ini Cara Kerjanya dan Pertolongan Pertama Jika Terpapar

Baca juga: Mobil Polisi yang Dinaiki Pemain Persebaya Dilempari Batu, Begini Kondisi Terbaru Penggawa Bajul Ijo

Baca juga: Inilah Sosok 2 Polisi yang Meninggal Saat Kerusuhan Arema di Stadion Kanjuruhan Malang

Kesaksian Purwanto

Berikut kesaksian Purwanto sebelum tragedi kerusuhan di Malang mengakibatkan 129 orang meninggal terjadi seusai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Suporter Arema FC sudah panas ketikan pemain Persebaya Surabaya membobol singo edan di babak pertama.

Purwanto merupakan wartawan SURYA.CO.ID yang saat itu bertugas meliput derbi Jatim di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022), menceritakan detik-detik kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Purwanto mengatakan, situasi Stadion Kanjuruhan sudah memanas saat Persebaya Surabaya berhasil membobol gawang Arema FC selaku tuan rumah.

Namun kondisi tersebut kembali tenang setelah babak pertama berakhir dengan skor imbang.

"Pertandingan sudah memanas sejak Arema mulai kalah di babak pertama. Saat itu suporter mulai cemas. Namun, pada babak pertama berakhir imbang. 

Di babak kedua, Aremania kembali cemas lantaran klub kebanggaan mereka tak bisa mengejar skor Persebaya Surabaya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved