Hari Batik Nasional

Pembatik Semarang Ungkap Hal Ini yang Ikut Tentukan Hasil Karya Batik Jadi Bagus

Membatik atau membuat karya seni batik membutuhkan suasana hati yang bagus.

Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Iin saat membatik tulis di Kampung Batik Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Membatik atau membuat karya seni batik, harus membutuhkan mood atau suasana hati yang bagus agar hasil dari karya seninya terlihat berkharismatik

Hal itu disampikan oleh Iin,  satu diantara pembatik yang ada di Kampung Batik Semarang.

Dirinya menyebut, mood pembatik juga menentukan bagus dan tidaknya desain batik, yang akan dihasilkan.

"Ada konsumen yang order pada saya, dia minta didesainkan seperti itu, tetapi pada saat mood kita tidak main, kita tidak bisa mengeluarkan, karena apa yang kita gambar dibatik, itu beda tidak seperti kita melukis," jelasnya kepada tribunjateng.com di Kampung Batik Semarang, Minggu (2/10/2022)

Selain itu, pembatik harus memiliki keluwesan dalam menggambar desain batik dan harus bisa mencocokkan gambar satu dengan yang lain.

Iin saat membatik tulis di Kampung Batik Kota Semarang.
Iin saat membatik tulis di Kampung Batik Kota Semarang. (Tribun Jateng/Muhammad Fajar Syafiq Aufa)

"Karena ada keluwesannya, misalkan mengambar bunga ini, kita matching-kan dengan bunga ini. Jadi ada unsur-unsur seperti itu, tidak asal nemplok-nemplok,"

Sementara itu, jika suasana hati pembatik tidak bagus ia menyebut hasil gambarnya akan terlihat kurang menarik.

"Kalau mood kita, lagi tidak good, tidak bagus, ketemunya nanti, gambarnya kayak kaku," ucapnya

Menurutnya, karya seni keluar dari dalam diri, hal itu membuatnya harus tetap menjaga suasana hati ketika membuat batik, agar batik yang dihasilkan menjadi karya seni yang bagus.

"Karena kalau waktu (mood) kita tidak enak, mungkin tidak bisa keluar, walupun keluar mungkin hasilnya tidak maksimal," ungkapnya

Selain itu, dia mengatakan, bagi mereka yang sudah pintar dalam dunia seni seperti mengambar dan sudah lama menjadi pembatik.

menurutnya tidak terpengaruh oleh mood atau sasana hati dan orang-orang seperti itu, hanya tingal coret, sudah menjadi karya

"Mungkin beda buat mereka yang basic nya sudah pinter dalam dunia seni," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved