Liga 1

PSIS Terima Keputusan Penundaan Laga Versus Bhayangkara FC

Pertemuan PSIS Semarang menghadapi Bhayangkara FC dipastikan mengalami penundaan.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
GM PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pertemuan PSIS Semarang menghadapi Bhayangkara FC dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 dipastikan mengalami penundaan.

Ini setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengirim surat resmi laga PSIS Semarang kontra Bhayangkara FC resmi ditunda, yang seharusnya digelar pada Minggu (2/10/2022) malam.

Penundaan ini dampak dari insiden maut yang terjadi pasca pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) yang menewaskan ratusan suporter Arema FC.

General Manager PSIS, Wahyu 'Liluk' Winarto mengatakan pihaknya memaklumi penundaan laga kontra Bhayangkara FC ini.

Bagaimanapun,seluruh insan sepakbola tanah air sedang berduka atas trategi yang tidak diinginkan tersebut.

''Kami sudah menerima pemberitahuan dari PT LIB terkait penundaan laga melawan Bhayangkara FC sepekan ke depan. Apakah laga itu digelar pekan depan atau diganti hari lain, belum ada pemberitahuan lanjut. Kami sangat mengerti dan mendukung keputusan ini,'' kata Liluk, Minggu sore.

Liluk menambahkan, penundaan laga pekan kesebelas ini tidak berpengaruh pada tim. Pemain tetap akan melakukan latihan rutin secara normal sambil menunggu keputusan terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 2022/2023.

''Semua pemain mengerti kondisi saat ini. Saya menilai, situasi saat ini force majeur yang butuh perhatian semua pihak. Kami juga mendukung upaya-upaya penyelesaian kejadian ini,'' kata Liluk.

Aksi solidaritas Panser Biru dan Snex untuk Aremania dan korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang pasca laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Panser Biru dan Snex menggelar doa dan penyalaan lilin yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (2/10/2022) malam.
Aksi solidaritas Panser Biru dan Snex untuk Aremania dan korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang pasca laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Panser Biru dan Snex menggelar doa dan penyalaan lilin yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (2/10/2022) malam. (Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra)

Pihaknya merasa prihatin dan turut berduka cita dengan kejadian ini. Sebab, dari informasi dari berbagai media nasional dan internasional kejadian di Malang menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Jangan sampai, hal ini mejadi stigma negatif persepak bolaan Tanah Air di mata internasional. 

''Kami berharap ini peristiwa ini adalah yang pertama dan terakhir di Indonesia. Jangan terulang lagi,'' ungkapnya.

Tregedi ini menjadi pembelajaran semua pihak. Khususnya suporter PSIS Semarang, Liluk meminta belajar dari kejadian di Malang tersebut.

''Semua harus berpikir jernih dan lebih dewasa. Saya yakin, pendukung PSIS telah dewasa dan bisa menahan diri. Semua pihak harus belajar dari kejadian ini. Poin terpenting adalah semua menjaga keamanan dan kenyamanan. Sepak bola untuk dinikmati,'' pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved