Berita Pekalongan

Sarung Soccer Ramaikan Hari Batik Nasional 2022 di Kota Pekalongan

Hari Batik Nasional jadi momen istimewa bagi pemerintah dan warga Kota Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat sarung soccer memeriahkan Hari Batik Nasional di Lapangan Mataram Setda Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Hari Batik Nasional (HBN) menjadi momen istimewa bagi pemerintah dan masyarakat Kota Pekalongan.

Berbagai acara dihelat untuk menyemarakkan HBN, seperti sarung soccer di Lapangan Mataram, Setda Kota Pekalongan, Minggu (2/10/2022) sore.

Pemerintah Kota Pekalongan menggelar, sarung soccer yaitu turnamen yang para pemainnya menggunakan sarung batik khas Pekalongan.

Bermain dalam waktu 2x10 menit, para pemain sepakbola ini bergerak tidak leluasa karena menggunakan sarung batik.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat sarung soccer memeriahkan Hari Batik Nasional di Lapangan Mataram Setda Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat sarung soccer memeriahkan Hari Batik Nasional di Lapangan Mataram Setda Kota Pekalongan. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Terkait sarung soccer yang dihelat sore ini, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, sarung soccer diikuti sejumlah tim, di antaranya ialah Forkopimda, KONI Kota Pekalongan, Askot PSSI, dan komunitas dan pengusaha batik Kota Pekalongan.

"Mudah-mudahan melalui pertandingan ini, silaturahmi semakin erat serta semakin meningkatkan semangat kita di HBN," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Pada sarung soccer ini para pemain mengenakan pita hitam, untuk mengenang dan berduka atas meninggalnya saudara-saudara di Malang.

Sekitar 125 orang meninggal dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang." 

"Kami juga turut berduka cita mendalam atas tragedi di Malang, semoga ini menjadi tragedi terakhir sepak bola Indonesia, tak ada lagi kerusuhan semacam ini. Ini menjadi pelajaran agar sepak bola ke depan lebih baik lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin menambahkan, olahraga permainan sepakbola adalah kerja tim.

"Ini juga sebagai ajang silaturahmi, olahraga yang menggembirakan, menyenangkan, dan menghibur. Olahraga harus jauh dari kata kekerasan dan kebencian," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved