Kerusuhan Suporter di Malang

Tragedi Kanjuruhan Malang Berpotensi Ganggu Piala Dunia U20 dan Timnas Indonesia Dibekukan FIFA

Tragedi Kanjuruhan Malang Berpotensi Ganggu Piala Dunia U20 dan Timnas Indonesia Dibekukan FIFA

Penulis: fachri | Editor: galih permadi
KOMPAS.COM/Imron Hakiki
Tragedi Kanjuruhan Malang Berpotensi Ganggu Piala Dunia U20 dan Timnas Indonesia Dibekukan FIFA 

Tragedi Kanjuruhan Malang Berpotensi Ganggu Piala Dunia U20 dan Timnas Indonesia Dibekukan FIFA

TRIBUNJATENG.COM - Tak ada yang mengharapkan kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi.

Namun apa mau dikata, kejadian yang tak diinginkan itu terjadi dan menelan ratusan korban jiwa.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, bermula saat suporter Arema FC atau yang akrab disapa Aremania terjun ke lapangan, Sabtu (1/10/2022) malam.

Suasana saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.
Suasana saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. (AP/Yudha Prabowo)

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Penyebab Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan: Terinjak-injak, Sesak Nafas

Baca juga: Sempat Tertahan Beberapa Jam, Tim Persebaya Berhasil Dievakuasi dengan Barracuda

Baca juga: Panpel Arema FC: Manajemen Bertanggungjawab untuk Korban Meninggal dan Luka

Baca juga: Jumlah Korban Arema Vs Persebaya: 127 Meninggal, 180 Luka-luka, Semoga Tak Ada Tambahan Korban Jiwa

Mereka melampiaskan amarah lantaran Arema FC kalah 2-3 melawan Persebaya Surabaya dalam duel bertajuk Derby Jawa Timur.

Suporter yang tak terkendali memaksa aparat keamanan turun tangan menertibkan. Namun terlalu banyaknya suporter yang turun ke lapangan membuat aparat keamanan kewalahan.

Aparat keamanan kemudian menembakkan gas air mata untuk mengurai massa suporter. Nahasnya, gas air mata ini justru menjadi simalakama.

Banyak suporter yang sesak nafas karena udara di dalam stadion dipenuhi asap. Mereka juga kesulitan keluar dari stadion karena berdesak-desakan di pintu keluar.

Insiden ini memunculkan banyak spekulasi soal hukuman dari FIFA kepada PSSI dan sepak bola Indonesia.

Terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan Piala Dunia U20 2023 yang akan digelar di Indonesia.

Jumlah korban Arema vs Persebaya tercatat sejauh ini ada 127 orang dinyatakan meninggal dunia, Minggu (2/10/2022).

Korban jiwa bisa bertambah, apalagi ada 180 korban luka-luka yang masih dalam penanganan tenaga kesehatan.

Jumlah korban yang sangat banyak ini bisa membuat Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) turun tangan.

Bahkan FIFA bisa saja membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 yang akan digelar tahun 2023.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved