Kabupaten Semarang

Warga Mengira Acara Dihentikan Karena Hujan, Isi Gunungan 'Dijarah', Merti Desa Muncar Semarang

Gunungan yang diarak ini merupakan hasil sedekah bumi Desa Muncar dan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/HANES WALDA MUFTI
Warga Desa Muncar mengambil hasil sedekah bumi sebelum rayahan dimulai di wisata Ngidam Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Minggu (2/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Puluhan warga Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang 'menjarah' hasil sedekah bumi dalam merti desa.

Sebelum dijarah warga, sedekah bumi tersebut sebelumnya diarak keliling Desa Muncar menuju tempat wisata Ngidam Muncar.

Kepala Desa Muncar, Khoirudin Bagas mengatakan, merti desa digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Ada 17 gunungan yang diarak menuju Ngidam Muncar.

17 gunungan tersebut dari 17 RW di Desa Muncar.

Baca juga: Lepas Rombongan Pesepeda Batik, Hendi: Ceritakan ke Saudara Kalau Kota Semarang Itu Indah 

“Dari pagi ada dimulai kirab budaya tingkat desa dengan membawa gunungan yang kami lombakan,” kata Bagas kepada Tribunjateng.com, Minggu (2/10/2022).

Gunungan yang diarak ini merupakan hasil sedekah bumi Desa Muncar dan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Gunungan yang diarak ini diambili oleh warga secara beramai-ramai atau dirayah,” ucapnya.

Ada juga penyatuan tirta wening dari tujuh sumber yang ada di Desa Muncar.

“Dengan penyatuan tirta wening tersebut semoga dapat menyatukan dan guyub rukun sehingga nantinya pikiran dari warga kami dapat menjadi lebih jernih untuk bersama-sama membangun desa ini,” jelasnya.

Baca juga: Hevearita G Rahayu: Ragam Acara Peringatan Hari Batik Bakal Jadi Agenda Tahunan Kota Semarang

Baca juga: Perum Grand Panorama 3 Semarang Mulai Dibangun, Sasar Segmen Menengah, Harga Mulai Rp 500 Juta

Dalam merti desa ini juga diadakan expo kuliner dengan 27 peserta yang berasal dari warga Desa Muncar.

27 peserta ini, menurutnya, untuk menggali lagi makanan tradisional yang sekarang sudah punah dimakan zaman.

Nantinya expo kuliner tersebut ke depan akan dipamerkan setiap dua minggu sekali.

“27 stand expo kuliner ini nantinya juga diperlombakan untuk lomba cipta menu kuliner untuk menggali lagi makanan tradisional yang sudah mulai punah."

Warga Desa Muncar mengambil hasil sedekah bumi sebelum rayahan dimulai di wisata Ngidam Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Minggu (2/10/2022).
Warga Desa Muncar mengambil hasil sedekah bumi sebelum rayahan dimulai di wisata Ngidam Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Minggu (2/10/2022). (TRIBUN JATENG/HANES WALDA MUFTI)

Baca juga: Cerita Trio Goweser Seusai Temui Ganjar Pranowo di Semarang, Bersepeda Promosikan Ironman 70.3

"Setelah masyarakat menemukan itu nantinya akan digelar setiap dua minggu sekali,” ungkapnya.

“Dengan harapan karya-karya menu makanan tersebut nantinya dijual dalam dua minggu sekali,” imbuhnya.

Akibat faktor cuaca, warga langsung menjarah gunungan yang diarak sebelum acara rayahan dimulai.

“Karena faktor cuaca dan harusnya tidak seperti ini kegiatannya, jadi warga langsung ramai-ramai mengambili gunungan tersebut,” katanya.

“Warga juga mengira karena hujan, jadi acaranya tidak dilanjut,” tambahnya. (*)

Baca juga: Surakartans Ajak Warga Solo Kumpul di Plaza Manahan, Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan Malang

Baca juga: Pelatih Persibas Banyumas Menyikapi Tragedi Kanjuruan Malang: Ini Kejadian Luar Biasa

Baca juga: Program Bank Mega Berhadiah Apartemen, Diundi Tiap Bulan Hingga Januari 2023

Baca juga: Satu Pelajar Asal Kesugihan Cilacap Terseret Arus, Berenang Pantai Sodong Adipala, Belum Ditemukan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved