Hari Batik Nasional

650 Perempuan di Pekalongan Kenakan Kebaya Dukung Kebaya Goes to UNESCO

Sebanyak 650 perempuan mengenakan kebaya dalam mendukung Kebaya Goes to UNESCO.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Ratusan wanita mengenakan kebaya dalam kegiatan jalan sehat untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO di Jalan Diponegoro Kota Pekalongan, Minggu (2/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 650 perempuan mengenakan kebaya dalam kegiatan jalan sehat untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO di Jalan Diponegoro Kota Pekalongan, Minggu (2/10/2022).

Kegiatan yang diinisiasi organisasi Annisa Sholeha Kota Pekalongan dalam rangka Gebyar Kebaya Goes to Unesco yang bertujuan untuk menjadikan kebaya sebagai pakaian sehari-hari wanita Indonesia.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengungkapkan, hari ini organisasi Annnisa Sholeha melaksanakan kegiatan Gebyar Kebaya Goes to UNESCO bersinergi dengan organisasi wanita lainnya yang ada di Kota Pekalongan seperti TP PKK, Darmaa Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita, dan semua yang tergabung dalam Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI). 

Ratusan wanita mengenakan kebaya dalam kegiatan jalan sehat untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO di Jalan Diponegoro Kota Pekalongan, Minggu (2/10/2022).
Ratusan wanita mengenakan kebaya dalam kegiatan jalan sehat untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO di Jalan Diponegoro Kota Pekalongan, Minggu (2/10/2022). (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

"Kegiatan jalan sehat dengan kebaya ini untuk mensosialisasikan ke masyarakat, bahwa baju adat kebaya merupakan warisan budaya yang harus kita banggakan," kata Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya kepada Tribunjateng.com.

Selain itu juga, nantinya akan ada deklarasi kebaya menjadikan kebaya sebagai pakaian sehari-hari wanita Indonesia.

"Saya berharap kebaya bisa menjadi warisan budaya Unesco seperti halnya batik," imbuhnya.

Ketua Paguyuban Sarung Batik Kota Pekalongan, Romi Oktabirawa mengatakan, kebaya menjadi salah satu tema utama yang diangkat Pemkot Pekalongan dalam peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2022. Bahkan, pemkot menggelar Gebyar Kebaya, Jalan Santai Berkebaya di seputaran lapangan Jetayu. 

"Tidak hanya batik, pegiat fashion Kota Pekalongan juga mengajukan kebaya menjadi Warisan Budaya ke Unesco."

"Kami sudah mengajukan dan saat ini sedang verifikasi," kata Ketua Paguyuban Sarung Batik Kota Pekalongan, Romi Oktabirawa.

Ratusan wanita mengenakan kebaya dalam kegiatan jalan sehat untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO di Jalan Diponegoro Kota Pekalongan, Minggu (2/10/2022).
Ratusan wanita mengenakan kebaya dalam kegiatan jalan sehat untuk mendukung Kebaya Goes to UNESCO di Jalan Diponegoro Kota Pekalongan, Minggu (2/10/2022). (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Romi mengungkapkan, hingga saat ini belum ada negara manapun mengeklaim kebaya sebagai warisan budaya ke Unesco.

Di sisi lain, ia tidak masalah jika ada pegiat lain asal Indonesia yang juga melakukan hal yang sama. 

"Jangan saingan tapi kalau bisa  bersinergi," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved