Liga 1

Alasan IPW Minta Kapolri Cabut Izin Penyelenggaraan Seluruh Kompetisi Liga 1 PSSI

Sejumlah pencinta sepak bola menggelar aksi tabur bunga dan 1.000 lilin atas tragedi kematian sejumlah suporter, di depan Gedung Kemenpora

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Aksi solidaritas Panser Biru dan Snex untuk Aremania dan korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang pasca laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Panser Biru dan Snex menggelar doa dan penyalaan lilin yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (2/10/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG -- Sejumlah pencinta sepak bola menggelar aksi tabur bunga dan 1.000 lilin atas tragedi kematian sejumlah suporter, di depan Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022) malam.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas kematian ratusan suporter pascapertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Menanggapi hal ini, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencabut izin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi liga yang dilakukan PSSI.

Hal itu merupakan respon IPW atas kerusuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang.

Kerusuhan terjadi usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1 2022/2023, Sabtu (1/Oktober/2022).

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan pencabutan izin penyelenggaraan sementara itu sebagai bahan evaluasi Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

Pasalnya, kata Sugeng, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan.

"Tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan," kata Sugeng berdasarkan siaran persnya, Senin (3/10/2022).

Bahkan, menurut Sugeng, jumlah aparat kepolisian tidak sebanding dengan jumlah penonton.

"Mereka secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan," ujarnya.

Akibatnya banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan.

Sehingga banyak korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang.

Padahal, Sugeng mengatakan penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang.

"Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b," katanya.

Dalam regulasi tersebut disebutkan, pihak keamanan pertandingan sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IPW Desak Kapolri Cabut Izin Penyelenggaraan Seluruh Kompetisi Liga 1 PSSI

Baca juga: BNI Sirkuit Nasional A Jawa Tengah 2022 Resmi Digelar, Diikuti 1011 Atlet PB Seluruh Indonesia

Baca juga: Patroli Malam, Polisi Polresta Tegal Amankan 12 Remaja Bawa Celurit

Baca juga: Hati Javier Roca Remuk Melihat Suporter Meninggal Dipelukan Pemain Arema: Saya Hancur Secara Mental

Baca juga: Sehari Setelah Membunuh Istrinya, Pria Ini Ditemukan Tewas Mayatnya Hanya Mengenakan Celana Dalam

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved