Berita Semarang

Baru Nyoba Malah Tertangkap, Cerita Dwi Jadi Badut Jalanan di Pedurungan Semarang

Dwi yang tinggal di wilayah Semarang Barat itu, hanya cengar-cengir saat dibawa ke Kantor Kelurahan Pedurungan Kidul untuk dilakukan pendataan.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Dwi dan Muhammad beserta dua anak jalanan lainnya saat didata oleh petugas yustisi Pemkot Semarang di Kantor Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebut saja Dwi, lelaki berusia tanggung yang terjaring operasi yustisi di wilayah Pedurungan Kidul Kota Semarang, Senin (3/10/2022).

Dwi yang tinggal di wilayah Semarang Barat itu, hanya cengar-cengir saat dibawa ke Kantor Kelurahan Pedurungan Kidul untuk dilakukan pendataan.

Dia terjaring operasi yustisi di sekitar Pedurungan saat menjadi badut jalanan.

Baca juga: Misterius! Motor Tak Bertuan Ini Terparkir di Taman Lele Semarang Lebih dari Tiga Bulan

Baca juga: 4 Orang Terjaring Tim Yustisi Penegakan Perda Anak Jalanan dan PGOT Perdana di Kota Semarang

Topeng hingga baju badut berwana-warni masih dia kenakan, saat dilakukan pendataan oleh tim yustisi.

"Baru saja keluar dan mencoba jadi badut sudah tertangkap," kata Dwi kepada Tribunjateng.com, Senin (3/10/2022).

Sembari mengisi beberapa data pada kertas yang diberikan petugas, Dwi nyeletuk, baju badut saja belum sempat dibayar.

"Ini nyewa Rp 30 ribu sehari, jadi ya belum sempat saya bayar."

"Wong baru mangkal langsung ditangkap," jelasnya sambil garuk-garuk.

Dwi berkata, tak tahu jika ada Perda Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2014 tentang larangan meminta-minta di jalanan Kota Semarang.

"Setahu saya ya boleh-boleh saja, maka dari itu saya sewa baju badut untuk mencoba keberuntungan," paparnya.

Baca juga: Kecelakaan Gadis Berjilbab Tabrak Bokong Truk di Kaligawe Semarang, Apakah Mengantuk?

Pria berperawakan tinggi kurus itu juga mengatakan kapok mencoba keberuntungan di jalanan.

"Nggak mau lagi jadi badut atau apapun di jalanan, pengalaman pertama saya pahit seperti ini," ujarnya.

Adapun, Muhammad (47) warga Kabupaten Demak juga terjaring razia oleh petugas.

Dia dibawa petugas gabungan bersama Dwi ke Kantor Kelurahan Pedurungan Kidul.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved