Nasional

Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Ribuan Suporter di Purwokerto Nyalakan 1.000 Lilin

Tragedi Kanjuruhan Malang memantik aksi solidaritas di berbagai daerah. Di Banyumas, ribuan suporter menyalakan 1000 lilin untuk mendoakan korban.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: olies
Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Suporter Banyumas saat menggelar aksi solidaritas menyalakan 1.000 lilin seiring tragedi yang terjadi stadion Kanjuruhan, Malang, di alun-alun Purwokerto, Senin (3/10/2022).  

TRIBUNJATENG, PURWOKERTO - Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Suporter Banyumas menggelar aksi solidaritas menyalakan 1.000 lilin seiring tragedi yang terjadi stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (3/10/2022).  Mereka berkumpul untuk mendoakan para korban tragedi yang menewaskan ratusan Aremania dan juga dua polisi itu.

Aksi solidaritas 1.000 lilin ini digelar di depan alun-alun Purwokerto. Beberapa komunitas suporter di Banyumas yang hadir dalam aksi solidaritas itu yaitu Laskar Bombastik, Aremania Purwokerto, jack Purwokerto, dan bonek Purwokerto, 

Penyalaan lilin tanda solidaritas bukan hanya dilakukan di depan alun-alun Purwokerto tapi juga di Alun-alun Ajibarang. Tragedi Kanjuruhan justru menyatukan para suporter dari berbagai latar belakang. Selain menyalakan lilin, mereka juga membawa berbagai tulisan seperti 'Sadion bukan ajang pembantaian, Stop kekerasan pada suporter'. 

Baca juga: Hasil Babak I Skor 7-0 Timnas U-17 Indonesia Vs Guam Kualifikasi Piala Asia U-17, Ditutup Gol Zaky!

Baca juga: Ancaman Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Bagi Prajurit Tendang Kungfu Suporter Arema FC

Baca juga: Hasil Babak I Skor 6-0 Timnas U-17 Indonesia Vs Guam Kualifikasi Piala Asia U-17, Arkhan Quattrick!

Dalam orasinya perwakilan suporter menyampaikan bahwa acara ini bukan untuk ajang buat story saja. Tetapi tujuannya adalah mendoakan bersama dan wujud empati sesama suporter sepakbola.

"Peristiwa di Malang menjadi tragedi paling parah dalam sejarah sepakbola Indonesia. Ini adalah momen yang tepat untuk mawas diri dan kedewasaan sebagai suporter," kata perwakilan suporter, Rangga Zidan (17), Senin (3/10/2022).

Imbas tragedi Malang, kata Rangga memang ada ketakutan peristiwa serupa bakal terjadi di daerah lain, termasuk wilayah Banyumas. Meski begitu, ia memastikan tetap akan mendukung tim kesebelasan kesayangannya di stadion.   

"Soal ketakutan pasti ada tapi yang penting saat pergi nonton di stadion selalu ijin orang tua," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Perwakilan suporter lainnya, Gustiono berharap tragedi Malang adalah yang terakhir. Menurutnya peristiwa ini bakal menjadi sejarah yang tidak terlupakan.

"Harus diusut terutama terkait penggunaan gas air mata, dan jam tayang yang terlalu malam," ungkapnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved