Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tragedi Kanjuruhan Malang

Hati Javier Roca Hancur Lebur, Pelatih Arema FC: Semua Tak Akan Terjadi Jika Berakhir Imbang

Pelatih Arema FC, Javier Roca hancur dan merasa bersalah atas terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Pelatih Arema FC, Javier Roca. 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG - Perasaan sedih bahkan hati terasa hancur lebih diungkap pelatih Arema FC Javier Roca seusai melaksanakan tabur bunga serta melihat kondisi terkini Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (3/10/2022).

Menurut dia, Tragedi Kanjuruhan Malang tersebut tidak akan terjadi andaikata hasil dari laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya berakhir imbang.

Namun, ibarat nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlambat dan dirinya menyesali seluruh kejadian tersebut.

Baca juga: Arema FC dan Aremania Adalah Keluarga, Pemain Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan Malang

Baca juga: Ancaman Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Bagi Prajurit Tendang Kungfu Suporter Arema FC

Pelatih Arema FC, Javier Roca hancur dan merasa bersalah atas terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023. 

Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung pada Sabtu (1/10/2022) malam berakhir dengan skor 2-3. 

Hasil tersebut merupakan kekalahan kandang pertama Arema FC dari Persebaya Surabaya dalam 23 tahun. 

Javier Roca menyesalkan kekalahan ini yang berujung Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 125 orang.

Andai timnya meraih hasil imbang, dia menilai tragedi ini tak akan terjadi. 

"Saya hancur secara mental."

"Saya merasakan beban yang sangat berat, bahkan tanggung jawab," kata Javier Roca dilansir dari Kompas.com, Senin (3/10/2022). 

"Hasil menentukan apa yang terjadi pada akhir."

"Jika kami imbang, ini tidak akan terjadi," ucap mantan pelatih Persik Kediri ini. 

Javier Roca baru mengetahui kejadian di dalam stadion setelah kembali dari ruang konferensi pers.

Dia melihat para pemainnya membantu para korban.  

Pelatih asal Chile tersebut mengatakan bahwa ada penonton yang meninggal dalam pelukan pemain. 

Seluruh pemain, pelatih, hingga official Arema FC menggelar tabur bunga di depan Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (3/10/2022).
Seluruh pemain, pelatih, hingga official Arema FC menggelar tabur bunga di depan Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (3/10/2022). (INSTAGRAM/@AREMAFCOFFICIAL)

Baca juga: Hasil Ini Memang Menyakitkan, Javier Roca Minta Maaf dan Siap Dipecat Arema FC

"Kami tidak pernah menyangka ini akan terjadi karena pemain memiliki hubungan yang bagus dengan para penggemar," kata Javier Roca.  

"Saya pergi ke ruang ganti dan beberapa pemain tetap berada di lapangan."

"Ketika saya kembali dari konferensi pers, saya melihat tragedi dalam stadion," ucapnya.

 "Para pemain lewat dengan membawa korban di tangan mereka."

"Yang paling mengerikan saat korban masuk (ke ruang ganti) untuk dirawat oleh tim dokter," kata dia.  

"Sekira 20 orang masuk dan 4 meninggal."

"Ada suporter yang meninggal di pelukan pemain," ucapnya. 

Tim investigasi yang dibentuk PSSI sudah mulai bekerja untuk mendalami insiden kerusuhan Kanjuruhan.

"PSSI menyampaikan duka yang mendalam terkait insiden ini."

"Kami juga meminta maaf kepada keluarga korban dan semua pihak," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Baca juga: Janji Bos Arema FC Kepada Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Tiga Tim Bergerak Mulai Besok Pagi

"Tentu menjadi evaluasi PSSI agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule itu. 

"Kami juga langsung membentuk tim investigasi untuk insiden ini."

"Tim sudah bekerja," tuturnya. 

Selain PSSI, pemerintah juga membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang akan dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Nantinya, tim ini terdiri dari pejabat kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa.

Mahfud MD mengupayakan tim ini akan menyelesaikan tugasnya dalam pengusutan Tragedi Kanjuruhan Malang sekira dua hingga tiga pekan ke depan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelatih Arema Hancur Lihat Tragedi Kanjuruhan: Jika Kami Imbang..."

Baca juga: Kini Giliran Perangkat Desa Mogok Kerja, Imbas Kades Cilongok Banyumas Ogah Mengundurkan Diri

Baca juga: Persikas Kabupaten Semarang Masih Tunggu Kabar, Kamis Pekan Ini Bertandang ke Stadion Citarum

Baca juga: Persijap Jepara Vs Gresik United Pasti Ditunda? Berikut Kata Bos Laskar Kalinyamat

Baca juga: Cerita Ricky Driver Ojol Semarang, Diteror Pemotor Satria FU, Imbas Pengeroyokan Berujung Maut?

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved