Breaking News:

Hari Batik Nasional

Minat Anak Muda Demak Belajar Batik Cukup Miris

Minat batik untuk dikembangkan atau dilestarikan Kabupaten Demak dinilai cukup mirip.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
Johan saat mengunjungi satu di antara pengerajin batik di Mlatiharjo Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Minat batik untuk dikembangkan ataupun dilestarikan Kabupaten Demak saat ini dinilai cukup miris, khususnya pada anak muda.

Pasalnya anak muda dinilai sebagai generasi selanjutnya untuk meneruskan kebudayaan nusantara yaitu batik.

Faktanya bahwa anak muda berada di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, lebih memilih menjadi karyawan pabrik yang berada dekat dengan desanya dari pada meneruskan khas batik Mlatiharjo bermotiv buah kelengkeng.

Melihat hal itu, Yohan (33) warga Mlatiharjo Kecamatan Gajah Kabupaten Demak menyampaikan, bahwa saat ini batik harus dikembangkan dan dilestarikan.

Johan saat mengunjungi satu di antara perajin batik di Mlatiharjo Kabupaten Demak.
Johan saat mengunjungi satu di antara perajin batik di Mlatiharjo Kabupaten Demak. (TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama)

"Sangat penting dilestarikan karena minat anak muda saat ini harus penting didorong kembali untuk mencintai batik," kata Yohan kepada Tribunjateng, Minggu (2/10/2022).

Meski rendahnya anak muda untuk membudidayakan dan belajar batik, dia menyampaikan pembelian batik sudah cukup lumayan.

"Banyak juga anak muda suka batik saat ini tapi kalau membuat masih sedikit yang mau," jelasnya.

Dengan minat cukup banyak pembelian kata Yohan, ingin sekali Kabupaten Demak memiliki motiv pasti ciri khas Kota Wali.

"Kalau bisa di Demak punya motiv khas sendirilah jangan kalah dengan daerah lain," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved